BAB I
PENDAHULUAN
Metode ilmiah atau proses ilmiah (bahasa
Inggris: scientific method) merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan
secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmu pengetahuan dan teknologi
selalu berkembang dan mengalami kemajuan, sesuai dengan perkembangan zaman dan
perkembangan cara berpikir manusia. Bangsa Indonesia sebagai salah satu negara
berkembang tidak akan bisa maju selama belum memperbaiki kualitas sumber daya
manusia bangsa kita. Kualitas hidup bangsa dapat meningkat jika ditunjang
dengan sistem pendidikan yang mapan. Dengan sistem pendidikan yang mapan,
memungkinkan kita berpikir kritis, kreatif, dan produktif.
Dalam UUD 1945 disebutkan bahwa negara kita ingin
mewujudkan masyarakat yang cerdas. Untuk mencapai bangsa yang cerdas, harus
terbentuk masyarakat belajar. Masyarakat belajar dapat terbentuk jika memiliki
kemampuan dan keterampilan mendengar dan minat yang besar.
Metode Ilmiah merupakan suatu cara sistematis
yang digunakan oleh para ilmuwan untuk memecahkan masalah yang dihadapi.Metode
ini menggunakan langkah-langkah yang sistematis, teratur dan terkontrol. Supaya
suatu metode yang digunakan dalam penelitian disebut metode ilmiah.
BAB
II
PEMBAHASAN
Pengertian
Metode Ilmiah
Secara etimologis,
metode berasal dari Bahasa Yunani, yaitu “Meta” yang artinya sesudah atau
dibalik sesuatu, dan “Hodos” yang artinya jalan yang harus ditempuh. Jadi metode
berarti langkah-langkah (cara dan tekhnis) yang diambil menurut urutan tertentu
untuk mencapai pengetahuan tertentu.
Jadi metode berfikir ilmiah adalah prosedur, cara dan tekhnik memperoleh
pengetahuan, serta untuk membuktikan benar salahnya suatu hipotesis yang telah
ditentukan sebelumnya. Metode ilmiah ini adalah sebuah prosedur yang digunakan
para ilmuan dalam pencarian kebenaran baru. Dilakukannya dengan cara kerja
sistematis terhadap pengetahuan baru, dan melakukan peninjauan kembali kepada
pengetahuan yang telah ada. Tujuan dari penggunaan metode ilmiah ini yaitu agar
ilmu berkembang dan tetap eksis dan mampu menjawab berbagai tantangan yang
dihadapi. Kebenaran dan kecocokan kajian ilmiah, akan terbatas pada ruang,
waktu, tempat dan kondisi tertentu.
Menurut Almadk (1939),” metode ilmiah adalah cara
menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan dan penjelasan
kebenaran. Sedangkan Ostle (1975) berpendapat bahwa metode ilmiah adalah
pengejaran terhadap sesuatu untuk memperoleh sesuatu interelasi.”
Tujuan
mempelajari metode penulisan ilmiah
Tujuan dalam mempelajari metode ilmiah adalah salah
satu bentuk harapan untuk masa depan. Oleh karena itu, dalam penulisan
ilmiah kita tidak diperbolehkan asal menulis atau mengindahkan kaidah-kaidah
dalam penulisan ilmiah. Dalam penulisan ilmiah, kita harus mempunyai
metode agar tulisan dapat dipahami dan dimengerti oleh pembaca dikemudian
hari. Berikut beberapa tujuan dalam mempelajari metode ilmiah :
- Meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasikan dan menyajikan fakta secara sistematis,
- Meningkatkan keterampilan dalam menulis berbagai karya tulis, dan
- Meningkatkan pengetahuan tentang mekanismen penulisan karangan ilmiah.
Selain tujuan, terdapat pula manfaat yang diperoleh
dari metode ilmiah. Berikut manfaat dari metode ilmiah :
1. Untuk menghasilkan penemuan berguna
2. Untuk mengembangkan ilmu pengetahuan
3. Untuk memecahkan suatu masalah dengan penalaran, dan
4. Untuk mengungkapkan kembali rahasia alam yang belum terungkap.
Kriteria Metode Ilmiah supaya dapat digunakan dalam
penelitian adalah sebagai berikut :
1. Berdasarkan fakta
2. Bebas dari prasangka
3. Menggunakan prinsip analisa, dan
4. Menggunakan hipotesa.
Metode itu sendiri dapat diambil dari berbagai
cara, yaitu :
1. Prasangka, yaitu suatu anggapan benar yang kemungkinan benar atau
kadang-kadang, malah tidak benar.
2. Intuisi, yaitu suatu pendapat seseorang yang diangkat dari perbendaharaan
pengetahuannya terdahulu melalui proses yang tidak disadari.
3. Trial and error, yaitu metode
coba-coba atau untung-untungan.
Sikap
Ilmiah
Sikap Ilmiah adalah suatu sikap yang menerima pendapat orang lain dengan
baik dan benar yang tidak mengenal putus asa serta dengan ketekunan juga
keterbukaan. Sikap ilmiah merupakan sikap yang harus ada pada diri
seorang ilmuwan atau akademisi ketika menghadapi persoalan-persoalan ilmiah
untuk dapat melalui proses penelitian yang baik dan hasil yang baik pula.
Sikap ilmiah ini perlu dibiasakan dalam berbagai forum ilmiah, misalnya dalam
seminar, diskusi, loka karya, sara sehan, dan penulisan karya ilmiah.
Sikap ilmiah merupakan
bagian penting dari prosedur berfikir ilmiah. Sikap ilmiah memiliki 6
karakteristik, yaitu:
1.
Rasa ingin tahu
Rasa
ingin tahu yang menjadi pemicu munculnya pertanyaan serta dilakukannya
penyelidikan, pemeriksaan, penjelajahan
dan percobaaan dalam rangka mencapai pemahaman
2.
Spekulatif
Spekulatif
ini adalah sikap ilmiah yang diperlakukan untuk mengajukan
hipotesis-hipotesis(tentu bersifat dedukatif) untuk mencari solusi terhadap
permasalahan.
3.
Objektifitif
Objektifitif
ini dimaknai dengan sikap yang selalu sedia untuk mengakui subjektivitas
terhadap apa yang dianggapnya benar.
4.
Keterbukaan Sikap terbuka adalah
kesediaan untuk mempertimbangkan semua masukan yang relevan.
5.
Kesediaan untuk menunda penilaian. Kesediaan
untuk menunda penilaian, artinya tidak memaksakan diri untuk memperoleh
jawaban, jika peneyelidikan belum memperoleh
bukti yang diperlukan.
6.
Tentatif Bersikap tentatif artinya tidak
bersikap dogmatis terhadap hipotesis maupun simpulan.
Langkah
– langkah pelaksanaan penulisan metode ilmiah
1.
Tahap Persiapan
Pada dasarnya, hal
terpenting yang harus dipikirkan oleh seorang penulis karya ilmiah pada tahap
persiapan ini adalah Pemilihan Topik. Yang harus dipertimbangkan dalam
pemilihan topik adalah :
A. Pemilihan Topik/
Masalah untuk Karya Ilmiah
Ada beberapa hal yang
perlu dipertimbangkan pada saat menentukan topik untuk karya ilmiah. Dalam
penulisannya harus mengikuti kaidah kebenaran isi, metode kajian, serta tata
cara penulisannya yang bersifat keilmuan. Salah satu cara untuk memenuhi kaidah
tersebut adalah dengan melakukan pemilihan topik yang jelas dan spesifik.
Pemilihan unuk kerya tulis ilmiah dapat dilakukan dengan cara;
Ø Merumuskan
tujuan
Rumusan
tujuan yang jelas dan tepat menjadi sangat penting untuk dapat menghasilkan
karya tulis ilmiah yang terfokus bahasannya. Tips yang dapat dilakukan untuk
merumuskan tujuan diantaranya;
1. Usahakan
merumuskan tujuan dalam satu kalimat yang sederhana
2. Ajukan
pertanyaan dengan menggunakan salah satu kata tanya terhadap rumusan yang kita
buat;
3. Jika
kita dapat menjawab dengan pasti pertanyaan-pertanyaan yang kita ajukan,
berarti rumusan tujuan yang kita buat sudah cukup jelas dan tepat.
Ø Menentukan
Topik
Langkah
pertama yang harus dilakukan dalam menentukan topik adalah menentukan ide-ide
utama. Kemudian uji dan tanya pada diri sendiri apakah ide-ide itu yang akan
kita tulis.
Ø Menelusuri
Topik
Bila
topik telah ditentukan, kita masih harus memfokuskan topik tersebut agar dalam
penulisannya tepat sasaran. Beberapa langkah yang dapat ditempuh dalam
memfokuskan topik;
1. Fokuskan
topik agar mudah dikelola
2. Ajukan
pertanyaan
3. Mengidentifikasi
Pembaca Karya Ilmiah
Kewajiban
seorang penulis karya ilmiah adalah memuaskan kebutuhan pembacanya akan
informasi, yaitu dengan cara menyampaikan pesan yang ditulisnya agar mudah
dipahami oleh pembacanya. Sebelum menulis, kita harus mengidentifikasi siapa
kira-kira yang akan membaca tulisan kita. Hal tersebut perlu dipertimbangkan
pada saat kita menulis karya tulis ilmiah agar tulisan kita tepat sasaran.
Ø Menentukan
Cakupan Isi Materi Karya Ilmiah
Cakupan
materi adalah jenis dan jumlah informasi yang akan disajikan di dalam tulisan.
Pengumpulan Informasi
untuk Penulisan Karya Ilmiah
A. Memanfaatkan
perpustakaan sebagai sumber data, informasi, dan bahan untuk tulisan.
Perpustakaan pada
umumnya menyediakan berbagai koleksi data atau informasi yang terekam dalam
berbagai bentuk media, seperti media cetak dan media audiovisual.
Hal pertama yang harus
kita lakukan pada saat memasuki perpustakaan adalah memahami di mana letak
sumber informasi yang dibutuhkan berada. Salah satu tempat yang patut kita tuju
adalah bagian referensi. Bagian referensi ini biasannya berisi koleksi tentang
encyclopedia, indeks, bibliografi, atlas dan kamus.
1.
Mencari Buku dengan Online Catalog dan
Card Catalog
Pencarian
buku dengan cara Online Catalog biasanya menggunakan terminal komputer. Kita
dapat mencari buku dengan judul dan nama penulis yang jelas atau minta kepada
komputer untuk mencarikan file-file yang berkaitan dengan topik yang sedang
kita tulis.
Selain
menggunakan komputer, kita juga dapat menggunakan Card Catalog untuk mencari
buku atau artikel yang kita butuhkan. Pada umumnya, buku koleksi perpustakaan
didata dalam 3 (tiga) jenis kartu katalog, yaitu katalog yang berisi data
tentang pengarang/ penulis, judul buku dan subjek/ topik tertentu.
2.
Memeriksa Bahan-Bahan Pustaka yang Telah
Diperoleh
Setelah
bahan pustaka terkumpul kita harus memeriksa bahan-bahan tersebut apakah sesuai
atau tidak dengan topik yang kita tulis. Cara memeriksa bahan pustaka tersebut
adalah;
a. Atur
waktu membaca
b. Bacalah
secara selektif
c. Bacalah
secara bertanggung jawab
d. Bacalah
secara kritis
3.
Membuat Catatan dari Bahan-bahan Pustaka
Salah
satu cara terbaik dan paling sederhana dalam membuat catatan ini adalah selalu
mengacu pada kartu indeks yang telah kita buat.
4.
Membuat Ringkasan dan ‘Paraphrasing’
Disamping
membuat catatan, kita pun dapat membuat ringkasan atau paraphrasing dari
sumber bacaan yang kita dapatkan di
dalam menunjang keberhasilan proyek tulisan kita.
5.
Membuat Kutipan
Kita
harus mengutip dengan persis dan apa adanya pernyataan dari sumber bacaan yang
kita gunakan jika pernyataan tersebut merupakan pandangan mendasar dari penulis
dan jika kita ubah ke dalam bahasa kita sendiri akan mengaburkan arti
sesungguhnya.
B. Melakukan wawancara
untuk mendapatkan informasi untuk tulisan
Ada empat hal yang
harus diperhatikan pada saat akan melakukan wawancara untuk keperluan proyek
penulisan karya ilmiah, yaitu:
1.
Menentukan orang yang tepat untuk
diwawancarai
2.
Mempersiapkan pedoman wawancara
3.
Melaksanakan wawancara
4.
Mengolah hasil wawancara
2.
Proses Penulisan
BAGIAN AWAL
A. Halaman sampul
Berisi judul secara
lengkap, kata “karya ilmiah” diajukan sebagai…, lambang, nama penulis, Institusi,
tahun, kota.
B. Lembar Persetujuan
Berisi, Karya Ilmiah
oleh…, ini telah disetujui untuk dipresentasikan. Nama lengkap pembimbing 1 dan
pembimbing 2, serta tanda tangan keduanya.
C. Abstrak
Berisi latar belakang,
masalah yang diteliti, metode yang digunakan, hasil yang diperoleh, kesimpulan
yang dapat ditarik, serta jika ada saran yang diajukan.
Note: Pembuatan abstrak
dilakukan ketika peneliti telah sampai pada kesimpulan dari penelitian. Abstrak
berisi garis besar dari penelitian yang dilakukan peneliti.
D. Kata pengantar
Berisi ucapan syukur,
ringkasan penelitian, ucapan terimakasih, harapan kritik dan saran yang
membangun.
E. Daftar isi
Memuat judul bab, judul
subbab, judul anak subbab yang disertai nomor halaman tempat pemuatannya dalam
teks. Semua judul bab dikerik dengan huruf capital.
F. Daftar tabel
Memuat nomor table,
judul table, serta nomor halaman untuk setiap tabel. Judul tabel yang
memerlukan lebih dari satu baris diketik dengan spasi tunggal, antara judul
tabel yang satu dengan judul tabel yang lain di beri jarak 2 spasi.
G. Daftar gambar
Cantumkan nomor gambar,
judul gambar, dan nomor halaman tempat pemuatannya dalam teks.
BAB 1 PENDAHULUAN
a. Latar Belakang Penelitian
Diuraikan tentang garis
besar yang akan diselidiki/diamati, mengapa diselidiki, bagaimana
menyalidikinya dan untuk apa diselidiki atau diteliti.
b. Identifikasi Masalah
Menguraikan lebih jelas
tentang masalah yang telah ditetapkan pada latar belakang penelitian. Di
dalamnya berisi rumusan eksplisit masalah yang terkandung pada suatu fenomena.
Perumusannya diurut sesuai dengan urutan intensitas pengaruhnya dalam topic
penelitian. Bentuknya biasanya berupa kalimat pertanyaan atau dapat pula berupa
kalimat pernyataan yang menggugah perhatian.
c. Batasan masalah
Penggunaannya agar
permasalahan yang akan dibahas tidak melebar, dengan pembatasan masalah jenis
atau sifat hubungan antara variabel yang timbul dalam perumusan masalah, dan
subek penelitian semakin kecil ruang lingkupnya. Batasan masalah biasanya diuraikan
dalam bentuk kalimat pernyataan.
d. Rumusan masalah
Merupakan upaya untuk
menyatakan secara tersurat pertanyan-pertanyaan yang hendak dicarikan
jawabannya, pernyataan yang lengkap dan rinci mengenai ruang lingkup masalah
yang akan diteliti berdasarkan identifikasi masalah. Dalam format kalimat
Tanya. Rumusan masalah yang baik akan menampilkan variabel yang akan diteliti,
jenis atau sifat hubungan antara variable tersebut, dan subjek penelitian.
e. Tujuan penelitian
Maksud atau hal-hal
yang ingin dicapai, serta sasaran yang dituju oleh peneliti. Di tuangkan dalam
bentuk kalimat pernyataan.
f. Kegunaan Penelitian
Harapan yang berkaitan
dengan hasil penelitian, baik praktis maupun teoritis. Sampai seberapa jauh
hasil penelitian bermanfaat dalam kegunaan praktis, serta pengembangan sesuatu
ilmu sebagai landasan dasar pengembangan selanjutnya. Harus ada keseimbangan
antara kegunaan hasil penelitian untuk aspek ilmu dengan aspek praktis.
g. Kerangka Pemikiran
Uraikan cara
mengalirkan jalan pikiran peneliti menurut kerangka teori dan kerangka konsep
yang logis, dengan kerangka berpikir deduktif. Biasanya disajikan dalam bentuk
diagram alur.
h. Hipotesis Penelitian.
Hipotesis merupakan
jawaban sementara terhadap masalah yang akan diidentifikasikan. Bentuk
kalimatnya adalah kalimat pernyataan menurut ketentuan “proporsional”, yaitu
kalimat yang terdiri dari dua variable. Hipotesis penelitian diajukan setelah
peneliti melakukan kajian pustaka, karena pada dasarnya penelitian adalah
rangkuman dari kesimpulan teoritis yang diperoleh dari kajian pustaka.
BAB II KAJIAN PUSTAKA
Kajian pustaka memuat
dua hal pokok
1.
Deskripsi teoritis tentang objek /
variable yang diteliti.
2.
Kesimpulan tentang kajian yang antara
lain berupa argumentasi atas hipotesis yang telah diajukan pada bab 1.
Pemilihan bahan kajian
pustaka didasarkan pada dua kriteria:
1.
Prinsip kemuthakiran (kecuali untuk
penelitian historis)
2.
Prinsip relevansi.
Setiap
keerangan yang diperoleh dari sumber pustaka dan dicantumkan dalam karya tulis
wajib diikuti keterangan acuan (rujukan).
BAB III METODE
PENELITIAN
Ø Rancangan
Penelitian
Strategi
mengatur latar penelitian agar peneliti memperoleh data yang valid sesuai
dengan karakteristik variabel dan tujuan peneliti.
Ø Populasi
dan sampel
Populasi
dan sampel tepat digunakan pada penelitian kuantitatif. Akan tetapi jika
sasaran penelitiannya adalah seluruh anggota populasi, akan lebih cocok
digunakan istilah subjek penelitian, terutama dalam penelitian eksperimental.
Dalam survey sumber data lazim disebut responden dan dalam penelitian
kualitatif disebut informan. Hal yang dibahas dalam bagian populasi dan sampel
adalah:
1. Identifikasi dan batasan tentang
populasi dan sampel.
2. Prosedur dan teknik pengambilan
sampel.
3. Besarnya sampel.
Ø Instrumen
penelitian
Kemukakan instrument
yang digunakan untuk mengukur variable, setelah itu dipaparkan prosedur
pengembangan instrument pengumpul data atau pemilihan alat dan bahan yang
digunakan dalam penelitian.
Ø Teknik
pengumpulan data
Bagian
ini menguraikan:
1. Langkah-langkah
yang ditempuh dan teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data.
2. Kualifikasi
dan jumlah petugas yang terlibat dalam proses pengumpulan data.
3. Jadwal
serta waktu pelaksanaan pengumpulan data.
Ø Analisis
Data
Uraikan
jenis analisis statistik apa yang digunakan
BAB IV HASIL PENELITIAN
a. Deskripsi data
Uraikan masing-masing
variable yang diteliti. Dalam deskripsi data untuk masing-masing vaiabel
dilaporkan hasil penelitian yang telah diolah dengan teknik statistic
deskriptif, seperti : distribusi frekuensi, grafik atau histogram, nilai
rerata, simpang baku, dll.
b. Pengujian hipotesis
BAB V ANALISA DAN
PEMBAHASAN
Tujuan dari bab
pembahasan ini adalah :
1.
Menjawab masalah penelitian atau
menunjukkan bagaimana tujuan penelitian dicapai.
2.
Menafsirkan temuan penelitian.
3.
Menganalisis hasil penelitian.
4.
Mengintegrasikan temuan penelitian ke
dalam kumpulan pengetahuan yang telah mapan.
5.
Memodifikasi teori yang ada atau
menyusun teori baru.
6.
Menjelaskan implikasi lain dari hasil
penelitian, termasuk keterbatasan temuan penelitian.
BAB VI PENUTUP
1. Kesimpulan
Kesimpulan terkait
langsung dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian. Kesimpulan juga dapat
ditarik dari hasil pembahasan. Kesimpulan penelitian merangkum semua hasil
penelitian yang telah diuraikan secara lengkap dalam BAB IV.
2. Saran
Saran yang diajukan
hendaknya selalu bersumber pada temuan penelitian, pembahasan, dan kesimpulan
hasil penelitian. Saran dapat ditunjukkan pada suatu instansi seperti
pemerintahan, lembaga, ataupun swasta, ataupun pihak lain yang dianggap layak.
Daftar Pustaka
Ø Baris
pertama di mulai pada margin sebelah kiri, baris kedua dan selanjutnya di mulai
dengan 3 ketukan ke kanan.
Ø Jarak
antar baris adalah 1,5 spasi.
Ø Daftar
pustaka diurut berdasar abjad huruf pertama nama penulis.
Ø Jika
penulis yang sama menulis beberapa karya ilmiah yang dikutip, nama penulis
harus dicantumkan ulang.
Teknik:
Ø Nama
penulis yang diawali dengan penulisan nama keluarga.
Ø Tahun
terbit karya ilmiah yang bersangkutan.
Ø Judul
karya ilmiah dengan menggunakan huruf besar untuk huruf pertama tiap kata
kecuali untuk kata sambung dan kata depan, ditulis dengan format huruf miring.
Ø Data
publikasi berisi nama tempat kota dan nama penerbit.
Contoh:
Hadi, Sutrisno. 1984.
Metodologi Research. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada.
LAMPIRAN
Format Penulisan Untuk
Karya Tulis IPA.
Pada dasarnya karya
tulis sains memuat format yang sama seperti karya tulis lainnya seperti karya
tulis social. Namun, ada perbedaan pada BAB III atau pada metodologi
penelitian. Pada Penelitian Sains BAB III Metodologi diganti dengan “Bahan dan
Cara Kerja”, yang di dalamnya memuat unsur
BAB VII BAHAN DAN CARA
KERJA
Bab ini merupakan bab
karya tulis yang penataannya disesuaikan dengan jenis penelitian yang dilakukan.
Penyajian penelitian yang bercorak eksperimental dapat dibagi dalam empat
bagian, yaitu:
A. Lokasi
Dituliskan tempat dan
waktu penelitian. Keterangan mengenai tempat diberikan selengkap mungkin. Jika
perlu melengkapi koordinat dan petanya.
B. Bahan
Diuraikan semua bahan
yang digunakan dalam penelitian, baik sampel maupun bahan habis pakai, seperti
bahan kimia. Penyebutan bahan yang digunakan hendaknya disertai keterangan yang
terperinci. Misalnya bahan kimia hendaknya disertai dengan merk dagang.
Contoh :
1. Sampel
a. Sperma diperoleh
dari penderita (pasien) RSCM berumur 30-35 tahun yang menderita….dst. (di sini
perlu diberi keterangan jelas mengenai kondisinya, karena tidak akan
dibicarakan lagi dalam bagian cara kerja.
b. Sampel ragi tape
dibeli secara acak di pasar X, Y, dan Z dalam keadaan kering dan terbungkus
rapi.
2. Bahan Kimia
Semua bahan kimia dari
derajat proanalisis, terkecuali alcohol
Contoh: Asam sitrat 50g
K2HPO4 36g
Na Cl 10g
3. Peralatan
Dituliskan secara jelas
dan cermat peralatan yang digunakan dalam penelitian. Peralatan yang yang
berada di dalam laboratorium dituliskan secara lengkap.
Contoh: Alat pengukur
kepekatan suspensi Spektronic 20.
Kamera foto Nikon FM.
Mikroskop.
Labu Elyemeyer.
4. Cara Kerja
Nyatakan segala sesuatu
yang dilakukan dalam penelitian.: cara pengambilan sampel, perlakuan sampel di
lapangan dan di laboratorium, serta pengawetannya (jika ada). Perincian cara
kerja harus cermat dan jelas agar bila diulang peneliti lain dalam kondisi yang
sama akan memberikan hasil yang sama pula. Uraian dapat berupa:
a.
Cara mengambil sampel.
b.
Cara memperlakukan sampel dilapangan dan
di laboratorium.
c.
Cara memelihara objek penelitian selama
penelitian.
d.
Cara membuat larutan.
e.
Cara menentukan PH, Suhu, kelembaban.
f.
Cara melakukan assay suatu zat atau
senyawa.
g.
Cara menginkubasi suatu kultur, dll.
Jika menggunakan
statistic, maka bab ini ditutup dengan penjelasan tentang metode statistika
yang dipakai untuk mengolah data yang diperoleh. Teori tidak perlu dijabarkan,
cukup dengan menyebutkan acuannya. Contohnya perhitungan dicantumkan dalam
lampiran.
3.
Evaluasi
Judul & Abstrak
Judul:
Ø Apakah
judul yang disampaikan mudah dipahami?
Ø Apakah
terdapat “kesesuaian” antara judul dan isi karya ilmiah ?
Misal:
Judul : “Penerapan E-Commerce
dalam Membantu Usaha Kecil dan Menengah
di Indonesia”
Isi : Hanya membahas tentang E-Catalog saja
(cat. E-Commerce tidak hanya
E-Catalog, tercakup juga E-Bidding, E-Purchase, dsb)
Sebaiknya judul diganti
menjadi: “Penerapan E-Catalog dalam E-Commerce untuk Membantu Usaha Kecil dan
Menengah di Indonesia”
Abstrak
Ø Apakah
abstrak menggambarkan isi tulisan ?
2. Tema sentral &
Permasalahan
Tema Sentral:
Ø Apakah
tema sentral dirumuskan secara jelas ?
Ø Adakah
keterkaitan antara tema dengan masalah yang dibahas ?
Identifikasi Masalah:
Ø Apakah
masalahnya di ungkapkan secara eksplisit dan efektif?
Ø Sejauh
mana masalah yang digarap relevan dengan “state of the art” dari disiplin ilmu
komputer?
3. Tujuan & Manfaat
Tujuan Penelitian :
Ø Apakah
tujuan penelitian dituliskan secara jelas?
Ø Apakah
ada keterkaitan tujuan penelitian dengan masalah penelitian?
Manfaat Penelitian:
Ø Apakah
manfaat penelitian dituliskan secara jelas?
Ø Apakah
manfaat tersebut berupa manfaat praktis atau teoritis?
Ø Sejauh
mana manfaat tersebut dapat menggambarkan bobot skripsi ?
4. Kerangka, Pustaka,
dan Metode
Kerangka Pemikiran:
Ø Apakah
butir-butir di atas disampaikan secara eksplisit dalam bentuk subjudul?
Tinjauan Pustaka:
Ø Sejauh
mana originalitas dan aktualitas penelitian tersebut?
Metode Penelitian:
Ø Apakah
metode yang dipilih relevan dengan masalah yang disampaikan?
Ø Apa
yang menjadi dasar pemilihan metode tersebut?
5. Hasil &
Pembahasan
Hasil Penelitian dan
Pembahasan:
Ø Apakah
pembahasan dilakukan secara sistematis?
Ø Bagaimana
data maupun hasil penelitian disajikan dan diinterpretasikan?
Ø Apakah
ada alur pemikiran yang logis dalam penyampaian pembahasan?
Ø Sejauh
mana pembahasan ini sesuai dengan masalah penelitian?
Ø Adakah
penemuan baru yang disampaikan oleh peneliti?
6. Penarikan Kesimpulan
Penarikan Kesimpulan:
Ø Apakah
kesimpulan yang diambil didukung oleh data empiris yang telah diinterpretasikan
baik kualitatif maupun kuantitatif?
Ø Apakah
peneliti menggunakan logika deduktif atau induktif dalam menarik kesimpulannya?
Ø Sejauh
mana penelitian ini memberikan sumbangan untuk kemajuan ilmu pengetahuan?
Ø Apakah
peneliti memberikan dorongan untuk melakukan penelitian lanjutan?
7. Komentar Umum
Komentar Umum:
Tunjukkan berbagai
kesalahan ejaan, kalimat yang tidak efektif, paragraf yang tidak mempunyai tema
dalam skripsi yang sedang anda amati. Tuliskan beberapa contoh kesalahan
tersebut dan perbaikannya.
DAFTAR
PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar