Rabu, 30 Maret 2016
JUDUL 3 : STANDAR PELAPORAN DAN PENGUNGKAPAN SERTA PENERAPAN IFRS
IFRS (EROPA AMERIKA ASIA)
Akuntansi Internasional (International Accounting Standards/IAS ) disusun oleh empat organisasi utama dunia. Organisasi tersebut yaitu Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB), Komisi Masyarakat Eropa (EC), Organisasi Internasional Pasar Modal (IOSOC), dan Federasi Akuntansi Internasioanal (IFAC).
IFRS (International Financial Reporting Standards and Practices ) merupakan standar akuntansi internasional yang diterbitkan oleh International Accounting Standard Board (IASB). Standar Akuntansi Internasional (International Accounting Standards/IAS) disusun oleh empat organisasi utama dunia yaitu Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB), Komisi Masyarakat Eropa (EC), Organisasi Internasional Pasar Modal (IOSOC), dan Federasi Akuntansi Internasioanal (IFAC). IFRS juga merupakan suatu tata cara bagaimana perusahaan menyusun laporan keuangannya berdasarkan standar yang bisa diterima secara global. Jika sebuah negara beralih ke IFRS, artinya negara tersebut sedang mengadopsi bahasa pelaporan keuangan global yang akan membuat perusahaan (bisnis) bisa dimengerti oleh pasar dunia. IFRS diterbitkan sebagai upaya untuk memperkuat arsitektur keuangan global dan mencari solusi jangka panjang terhadap kurangnya transparansi informasi keuangan.
Adopsi IFRS telah dilakukan di beberapa negara, di antaranya di Uni Eropa yang mengharuskan semua perusahaan yang terdaftar di bursa harus menyiapkan laporan keuangan konsolidasi sesuai IFRS (SG-007), sedang di Inggris standar yang menyerupai IFRS diperlukan untuk menghindari masalah tentang perusahaan yang terdaftar dan yang tidak terdaftar di bursa dan IFRS dianggap sebagai suatu tantangan, yang pada akhirnya menyambut baik IFRS untuk mengurangi perbedaan antara standar akuntansi di Inggris dan IFRS.
Konvergensi standar akuntansi internasional telah menjadi agenda internasional. Negara-negara di Eropa seperti Prancis, Inggris, Belanda, Jerman bahkan Uni Eropa telah mewajibkan IFRS di implementasikan pada perusahaanperusahanan yang listing di bursa efek mulai 1 Januari 2005, tak mau ketinggalan Australia pun mulai menerapkan IFRS pada tangal 1 Januari 2005 lalu (Choi dan Meek: 2008: 216-219). Data dari International Accounting Standard Board (IASB) menunjukkan saat ini terdapat 102 negara yang telah menerapkan IFRS dengan berbagai tingkat keharusan yang berbeda-beda. Sebanyak 23 negara mengizinkan penggunaan IFRS secara sukarela, 75 negara mewajibkan penggunaan IFRS untuk seluruh perusahaan domestik, dan empat negara mewajibkan penggunaan IFRS untuk perusahaan domestik tertentu. Amerika Serikat awalnya dengan keras menolak pemberlakuan standar akuntansi baru IFRS, namun ada tekanan yang luar biasa dari Uni Eropa. Perusahaan multi nasional yang berasal dari Amerika Serikat tidak akan diizinkan memasuki pasar Eropa jika tidak menggunakan IFRS dalam laporan keuangannya. Hal ini menyebabkan Amerika Serikat melunak, dan melakukan peninjauan terhadap IFRS. Setelah masa penolakan, pada November 2006 Amerika Serikat akhirnya mengumumkan akan melakukan konvergensi IFRS pada 2009 dan adopsi penuh IFRS pada 2011.
Sebagaimana Amerika Serikat, Jepang awalnya menolak pemberlakuan IFRS. Namun, karena dipengaruhi oleh arah pergerakan global menuju pemberlakuan IFRS, tekanan Uni Eropa dan pengaruh kuat dari Amerika Serikat, Jepang akhirnya menetapkan konvergensi IFRS pada 2009 dan adopsi penuh IFRS pada 2012 (Hiramatsu, 2009). Namun untuk negara-negara di Asia, konvergensi terhadap IFRS dilakukan dengan tingkat yang berbeda-beda. Hal ini disesuaikan dengan kesiapan negara masing-masing (Media Akuntansi, 2005b). Berikut disampaikan konvergesi IFRS di negara-negara Asia.
a. Malaysia
Mulai 1 Januari 2005, standar akuntansi yang dikeluarkan oleh Malaysian Accounting Standards Board (MASB) akan berubah dari Financial Reporting Foundation (FRF) menjadi Financial Reporting Standards (FRS). Perubahan nama tersebut merupakan langkah awal untuk menyejajarkan stándar akuntansi Malaysia dengan IFRS yang selanjutnya MASB akan aktif dalam penyusunan stándar akuntansi internasional (Media Akuntansi, 2005b)
b. Singapura
Penggunaan International Accounting Standards (IAS) tidak menjadi masalah bagi Singapura. Regulator negara. singa ini telah meminta perusahaan di Singapura untuk mengikuti Singapore Reporting Standards (FRS) mulai 1 Januari 2003. Singapore FRS sendiri diadopsi dari IAS. Oleh karena itu, Council on Corporate Disclosure and Governance (CCDG) atau Dewan Standar Singapura mengatakan bahwa FRS tidak berbeda jauh dengan IAS dan International Financial Reporting Standards (IFRS) yang dikeluarkan oleh IASB.
Singapore FRS diberi penomoran sesuai dengan penomoran IAS. IAS No.1 misalnya, diadopsi menjadi Singapore FRS No. 1. Sedangkan untuk FRS yang diadopsi dari IFRS diberi penomoran dengan awalan 100. Sebagai contoh, IFRS nomor 1 menjadi Singapore FRS No. 101.
Demikian juga dengan interpretasi SAK. CCDG memberlakukan interpretasi yang dibuat the Standing Interpretations Committee (SIC). Secara efektif berlaku mulai 1 Februari 2003 sebagai interprestasi Singapore FRS (INTFRS). Penomoran INTFRS pun mengikuti penomoran SIC.
Sampai dengan April 2005, Singapura telah mengadopsi semua SAK yang dikeluarkan IASB, kecuali IAS N0,40 tentang Investment Property. IAS ini telah direvisi oleh IASB dan efektif mulai 1 Januari 2005. Namun, CCDG menangguhkan pemberlakuan IAS ini sehingga di Singapura berlaku efektif untuk laporan keuangan mulai tanggal 1 Januari 2007.
c. Jepang
Jepang bisa dikatakan sebagai negara paling maju di Asia. Perusahaanperusahaan Jepang banyak beroperasi di berbagai negara dunia. Laporan keuangan sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban tentu sangat penting bagi pemegang saham. Jepang memiliki standar akuntansi yang berbeda dengan standar akuntansi internasional, dan untuk melakukan konvergensi, Jepang bekerjasama dengan IASB.
Pada tanggal 21 Januari 2005, the Accounting Standards Board of Japan (ASBJ) membuat proyek bersama dengan IASB untuk mengurangi perbedaanperbedaan antara standar akuntansi Jepang dan IFRS. Tahap pertama proyek ini merupakan langkah awal menuju tujuan akhir dalam konvergensi standar internasional.
Perjanjian ini merupakan lanjutan dari perjanjian yang dibuat sebelumnya, tanggal 12 Oktober 2004. Dalam perjanjian ini, paling tidak menyepakati lima hal. Pertama, ASB akan mengidentifikasi dan menilai perbedaan-perbedaan yang ada pada SAK berdasarkan kerangka dasar atau filosofi dasar masing-masing pihak. Kedua, ASBJ dan IASB akan mengambil tindakan sesuai dengan kerangka dasar masing-masing pihak. Ketiga, ASBJ dan IASB akan mempertimbangkan due process masingmasing pihak dalam membuat perjanjian. Keempat, ASBJ akan melakukan studi untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh mengenai perbedaanperbedaan utama antara standar akuntansi Jepang dengan IFRS. Perbedaanperbedaan tersebut selanjutnya akan diidentifikasikan untuk didiskusikan. Dan terakhir ASBJ dan IASB akan melakukan pendekatan parsial untuk mereview perbedaan-perbedaan dalam masing-masing standar.
Standar Pelaporan dan Pengungkapan
Dalam akuntansi keuangan dikenal adanya standar yang harus dipatuhi dalam pembuatan laporan keuangan. Standar tersebut diperlukan karena banyaknya pengguna laporan keuangan. Jika tidak terdapat standar, perusahaan dapat saja menyajikan laporan keuangan yang mereka miliki sesuai dengan kehendak mereka sendiri. Hal ini tentunya akan menjadi masalah bagi para pengguna karena akan menyulitkan untuk memahami laporan keuangan yang ada. Setiap negara tentunya mempunyai aturan akuntansi (standar) yang berbeda-beda. Perbedaan itu mencakup perlakuan, metode, penyajian dan pelaporan. Perbedaan akuntansi tiap negara akan menyulitkan bagi para pengguna laporan keuangan terutama bagi para analis, auditor, investor dan kreditor yang lingkup kerjanya melewati batas negara.
Agar pemahaman laporan keuangan menjadi lebih mudah, maka perlu ditetapkannya suatu aturan atau standar yang seragam. Atas dasar hal tersebut muncullah isu konvergensi. Dengan adanya konvergensi diharapkan dapat menjembatani persepsi yang keliru dalam mengartikan laporan keuangan karena semua negara aturannya seragam dengan pemahaman yang sama. Dengan konvergensi maka tidak ada lagi persepsi yang salah dalam menginterpretasikan laporan keuangan.
Saat ini kalangan para akuntan atau orang yang berkecimpung dalam bidang akuntansi, baik itu praktisi di perusahaan, KAP (Kantor Akuntan Publik), maupun akademisi (pengajar akuntansi), sedang hangat-hangatnya membicarakan masalah konvergensi IFRS. Banyak pro dan kontra mengenai pentingnya IFRS, akan tetapi keputusan IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) menetapkan bahwa pada tahun 2012 Indonesia akan menerapkan IFRS.
Indonesia saat ini menggunakan Prinsip-prinsip Akuntansi Berterima (yang berlaku) Umum atau istilahnya PABU yang disusun oleh IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) yang terbit dalam bentuk buku bernama SAK (Standar Akuntansi Keuangan). Dahulu sebelum SAK, dikenal PAI (Prinsip-prinsip Akuntansi Indonesia). Di dunia ada banyak sistem akuntansi yang berbeda-beda. Saat ini sistem akuntansi di Indonesia mengacu pada standar akuntansi Amerika atau GAAP (Generally Accepted Accounting Principles) yang disusun oleh FASB (Financial & Accounting Standards Board), yang terbit dalam bentuk buku bernama SFAS (Statements of Financial and Accounting Standards). Beberapa tahun yang lalu, sebelum akuntansi kita mengacu pada akuntansi Amerika, Indonesia menerapkan sistem pembukuan Belanda yang dikenal dengan istilah tata buku (book keeping). Dengan adanya standar yang berbeda-beda, maka dirasa perlu munculnya akuntansi internasional yang diharapkan mampu mengatasi perbedaan akuntansi yang ada di banyak negara. IAI menyatakan bahwa Indonesia akan menerapkan program konvergensi IFRS atauIndonesian GAAP yang akan dikonvergensikan secara penuh pada tanggal 1 Januari 2012.
Manfaat Adopsi penuh IFRS:
Memudahkan pemahaman atas laporan keuangan dengan menggunakan SAK (Standar Akuntansi Keuangan) yang dikenal secara internasional.
Meningkatkan arus investasi global melalui transparansi.
Menurunkan biaya modal dengan membuka peluang fund raising melalui pasar modal global.
Menciptakan efisiensi laporan keuangan
Saat ini Standar Akuntansi Keuangan milik Indonesia sebagian besar sudah sama dengan IFRS. Indonesia melakukan konvergensi IFRS ini karena Indonesia sudah memiliki komitmen dalam kesepakatan dengan negara-negara G-20. Tujuan kesepakatan tersebut adalah untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaporan keuangan. Selain itu, konvergensi IFRS akan meningkatkan arus investasi global melalui keterbandingan laporan keuangan (saat ini sekitar 120 negara sudah berkomitmen untuk melakukan konvergensi IFRS). Konvergensi IFRS seharusnya dicapai Indonesia pada tahun 2008, namun karena beberapa hal, DSAK (Dewan Standar Akuntansi Keuangan) berkomitmen bahwa konvergensi akan dicapai pada 1 Januari 2012. Kegagalan Indonesia untuk mencapai konvergensi pada tahun 2008 ini harus dibayar dengan masih tingginya tingkat suku bunga kredit untuk Indonesia yang ditetapkan oleh World Bank. Hal ini dikarenakan World Bank menganggap investasi Indonesia masih beresiko karena penyajian laporan keuangan masih menggunakan Standar Akuntansi buatan Indonesia (belum IFRS).
Dunia internasional, IFRS telah diadopsi oleh banyak negara, termasuk negara-negara Uni Eropa, Afrika, Asia, Amerika Latin dan Australia. Di kawasan Asia, Hongkong, Filipina dan Singapura pun telah mengadopsinya. Sejak 2008, diperkirakan ada sekitar 80 negara mengharuskan perusahaan yang telah terdaftar dalam bursa efek global menerapkan IFRS dalam mempersiapkan dan mempresentasikan laporan keuangan.
Referensi :
Intan Immanuela, 2009. Adopsi Penuh dan Harmonisasi Standar Akuntansi Internasional.
Novi Kurniawati, 2013. Standar Akuntansi Internasional Harmonisasi Versus Konvergensi.
PENULISAN INI UNTUK MEMENUHI TUGAS SOFTSKILL MATA KULIAH AKUNTANSI INTERNASIONAL
Ditulis Oleh : C. Desiana Sari
Dosen : Jessica Barus
UNIVERSITAS GUNADARMA
JUDUL 2 : SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN NEGARA AMERIKA, JEPANG, CINA, INDIA, MEKSIKO
AMERIKA SERIKAT
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Sistem akuntansi di Amerika Serikat bersifat Common Law serta diatur oleh sektor khusus yaitu Dewan Standart Akuntansi Keuangan (Financial Accounting Standard Board- FASB), namun untuk kewenangannnya berada dibawah SEC ( Securities and Exchange Commisson).
SEC memiliki kewenangan penuh untuk menjelaskan standar akuntansi dan laporan perusahaan publik akan tetapi bergantung pada sektor swasta dalam penerapan standarisasi tersebut.
Prinsip Akuntansi yang Berlaku umum (Generally Accepted Accounting Principles- GAAP) terdiri atas seluruh standar akuntansi keuangan, regulasi, dan peraturan yang harus dipatuhi dalam mempersiapkan laporan keuangan dengan komponen utama dari GAAP ini adalah SFASs.
Pada tahun 2002 FASB dan IASB menandatangani Norwalk Agreement dengan tujuan untuk menghilangkan perbedaan yang muncul diantara standarisasi mereka serta mengkoordinasikan agenda pengaturan standarisasi sehingga permasalahan utama yang muncul dapat diselesaikan bersama. Pada tahun yang sama, tahun 2002 ditandatangani UUSarbane-Oaxley Act yang secara signifikan memperluas persyaratan AS dalam perusahaan pemerintah, laporan, penjelasan, serta regulasi profesi audit.
Laporan Keuangan
Laporan Keuangan di Amerika Serikat meliputi:
Laporan Auditor Independen
Laporan Manajemen
Laporan Keuangan Primer (Laporan Laba-Rugi, laporan arus kas, neraca, laba-rugi komprehensif, dan perubahan ekuitas pemegang saham)
Diskusi Manajemen, Analisa hasil operasional, dan kondisi keuangan
Perbandingan data keuangan selama 5 atau 10 tahun
Data triwulan terpilih
Penjelasan mengenai kebijakan akuntansi dengan dampak yang paling kritis pada laoran keuangan
Catatan atas laporan keuangan
Patokan Akuntansi
Goodwill dikapitalisasi sebagai selisih antara harga pasar yang dipertimbangkan dengan harga pasar dibawah aset bersih yang diperoleh.
LIFO digunakan untuk tujuan kepentingan pajak.
Persediaan menggunakan metode FIFO, LIFO dan average.
Penggabungan bisnis dihitung seperti sebuah pembelian.
Aset berwujud dan tidak berwujud inilai dengan harga perolehan.
Penyusutan dan amorrtisasi ditentukaan dengan estimasi umur ekonomis.
Biaya penelitian dan pengembangan dibebankan saat terjadinya.
Penyesuaian mata uang asing megikuti persyaratan dari SFASs No.52 yang berdasarkan pada tambahan fungsional mata uang asing untuk menentukan metodologi penyesuaian pertukaran mata uang asing.
JEPANG
Pembukuan dan Laporan Keuangan di Jepang menunjukkan adanya percampuran dari pengaruh internasional dan domestik. Untuk memahami sistem pembukuan Jepang, kita harus memahami historis Jepang, kebudayaan, dan praktik bisnis yang dijalankan. Perusahaaan Jepang memiliki keterkaitan terhadap ekuitas tersendiri, dan sering kali bergabung dengan firma milik pribadi yang lain. Keterhubungan daerah investasi industri konglomerat raksasa ini disebut keiretsu.
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Pemerintah nasional memiliki andil yang cukup besar terhadap akuntansi di Jepang. Regulasi akuntansi didasarkan pada tiga (3) badan hukum yaitu : undang-undang perusahaan (companuy low), undang-undang pajak penghasilan perusahaan (corporate income tax law), dan undang-undang pertukaran dan sekuritas (securities and exchange law).
Ketiga badan hukum tersebut saling mempengaruhi dan saling berinteraksi antara satu dengan lainnya disebut dengan “sistem legal triangular”. Undang-undang perusahaan diatur oleh suatu badan hukum yang bernama Ministry of Justice (MOJ). Hukum tersebut merupakan inti dari regulasi akuntansi di Jepang dan yang paling memiliki pengaruh besar. Semua perusahaan yang di didirikan berdasarkan undang-undang perusahaan yang diwajibkan untuk memenuhi standar dari ketentuan akuntansi tersebut.
Berdasarkan laporan keuangan, undang-undang perusahaan, serta jadwal yang mendukung pada perusahaan kecil dan menengah merupakan subjek untuk audit hanya diperbolehkan oleh auditor yang terkait. Baik auditor berwenang ataupun independen, keduanya harus mengaudit laporan keuangan yang telah dipublikasikan oleh perusahaan relevan denganperundang-undangan pertukaran dan sekuritas.
Auditor yang berwenang tidak memerlukan kualifikasi professional dan ditugasi oleh perusahaan secara penuh. Audit berwenang biasanya hanya fokus pada manajerial direktur dan bekerja sesuai dengan kewenangannya atau tidak. Auditor independen melibatkan diri pada pemeriksaan terhadap catatan keuangan, laporan dan harus dilakukan oleh akuntan publik bersertifikasi (certified public accountans - CPAs).
Laporan Keuangan
Perusahaan yang telah bergabung dibawah undang-undang perusahaan, dibutuhkan untuk mempersiapkan laporan yang berwenang untuk disetujui pada saat rapat pemegang saham, yang isinya antara lain :
Laporan Laba Rugi
Laporan atas perubahan ekuitas pemegang saham
Neraca
Jadwal terkait
Laporan bisnis
Patokan Akuntansi
Metode pooling of interest (penyatuan saham) untuk bisnis gabungan digunakan pada situasi tertentu saja di mana tidak ada perusahaan yang mengawasi perusahaan lainnya. Sebaiknya, bisnis gabungan dihitung karena adanya suatu pembelian. Goodwill dihitung dengan dasar harga pasar aset bersih yang di dapatkan dan diamortisasi lebih dari 20 tahun atau kurang serta subjek terhadap tes penurunan nilai.
Metode ekuitas sering digunakan dalam berinvestasi pada perusahaan afiliasi ketika perusahaan induk memberikan pengaruh signifikan daripada kebijakan finansial danoperasional. Metode ekuitas juga digunakan untuk menghitung proyek gabungan, gabungan yang profesional tidak diperbolehkan. Dibawah standar stimulasi mata uang, kewajiban,dan aset dari anak perusahaan asing dihitung dengan tingkat kurs saat itu (akhir tahun), pendapatan dan beban dalam rata-rata, serta penyesuaian pertukaran mata uang asing berada dalam ekuitas pemegang saham.
Persediaan yang harus dihitung apakah sesuai dengan biaya atau lebih rendah atau nilai keuntungan bersih. LIFO, FIFO, serta metode biaya rata-rata semuanya menerima metodecost flow (arus biaya), dengan rata-rata yang paling populer. Investasi dalam saham dinilai pada harga pasar. Aset tetap di nilai pada biaya dan didepresiasi yang berkenaan dengan hukum perpajakan. Metode declining balance (saldo menurun) merupakan metode depresiasi paling umum. Aset bersih juga di uji dengan adanya penurunan nilai.
Kontrak sewa yang memindahkan kepemilikan terhadap penyewa dikapitalisasi. Sewa menyewa keuangan lainnya mungkin kapitalisasi atau dianggap sebagai kontrak operasional. Pajak tangguhan dipersiapan untuk perubahan sepanjang waktu dengan menggunaka metode kewajiban. Kerugian bersyarat juga dipersiapkan hingga terciptanya kemungkinan dan dapat diperkirakan. Dibutuhkan cadangan : setiap tahunnya perusahaan harus mengalokasikan sejumlah minimal 10 persen kas dividen dan bonus yang dibayarkan pada direktur dan auditor berwang hingga cadangan mencapi 25 persen dari saham.
CINA
Pada akhir tahun 1970-an, pemimpin Cina mulai menggerakkan ekonomi dari program terpusat gaya Soviet menuju sistem yang lebih berorientasi pasar namun masih dalam kendali partai komunis.
Ekonomi Cina saat ini digambarkan sebagai ekonomi hibrid, di mana negara bertugas untuk mengontrol komoditas dan industri strategis, sementara industri lainnya seperti perdagangan dan sektor swasta, ditumbuhkan dengan sistem berorientasi pasar.
Melihat perkembangan sistem ekonomi yang ada di Cina, maka sistem dan aturan akuntansi di Cina juga berubah seiring adanya reformasi ekonomi yang terjadi.
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Pada tahun 1992, Departemen Keuangan mengeluarkan Accounting Standards for Business Enterprises (ASBE).
ASBE adalah sebuah konsep kerangka kerja yang dirancang untuk menuntun perkembangan standar baru akuntansi yang ada yang pada akhirnya menyeragamkan praktik domestik dan menyeragamkan praktik akuntansi Cina dengan praktik internasional.
Kemudian, pada tahun 1998 Cina mendirikan sebuah Komite Standar Akuntansi Cina (The China Accounting Standards Committee-CASC) sebagai lembaga yang memiliki kewenangan dalam departemen keuangan yang bertanggung jawab dalam mengembangkan standar akuntansi.
Pada akhirnya, tahun 2006 susunan baru ASBE dikeluarkan, dan ASBE ini menyajikan ketentuan standar akuntansi Cina yang pada hakikatnya sejalan dengan IFRS.
Pelaporan Keuangan
Periode pembukuan yang diminta sesuai dengan kalender tahunan. Laporan Keuangan terdiri atas :
Laporan laba rugi
Laporan perubahan ekuitas
Laporan arus kas
Neraca
Catatan
Patokan Akuntansi
Biaya depresiasi didasarkan pada basis ekonomi.
Kapitalisasi dan Uji penurunan nilai tahunan diberlakukan untuk mendapatkan goodwill.
Penilaian persediaan menggunakan metode FIFO dan rata-rata.
Untuk menghitung usaha gabungan menggunakan metode ekuitas.
Penilaian aset menggunakan basis harga perolehan.
Penggabungan usaha dicatat menggunakan metode pembelian.
INDIA
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Akuntansi dipengaruhi oleh bangsa inggris.
Pengawasan terhadap pasar modal ada pada Securities and Exchange Board of India(SEBI).
Departemen Urusan Perusahaan pada tahun 1956 memperbaharui Akta Perusahaan yang berisikan Kitab Akuntansi. Menurut Akta tersebut, Kitab Akuntansi berisi :
Harus memberikan sudut pandang yang adil dan sebenarnya menyangkut status urusan perusahaan.
Harus tetap pada basis akrual sesuai dengan sistem akuntansi pencatatan ganda.
Standar Akuntansi India atau Indian Accounting Standards (AS) diterbitkan oleh Dewan Akuntansi Standar (Accounting Standards Board), Standart Asuransi dan Auditing atau(Auditing Assurance Standards) diterbitkan oleh Dewan Audit dan Asuransi Standar.
Lembaga yang bertanggung jawab atas izin profesi Akuntansi, pengembangan standar dan proses audit adalah The Institute of Chartered Accountant of India. Institute tersebut berencana untuk mengadopsi IFRS secara penuh tanpa modifikasi.
Pelaporan Keuangan
Neraca dua tahun
Kebijakan Akuntansi dan Catatan
Laporan Arus Kas
Laporan Laba Rugi
Patokan Akuntansi
Penggabungan.
Goodwill.
Dikapitalisasi, diamortisasi dan diuji impairmentnya (pengurangannya).
Biaya persediaan dihitung yang lebih rendah antara harga perolehan dan nilai yang dapat direalisasi, FIFO, dan rata-rata.
Penilaian asset tetap memakai nilai wajar dan harga perolehan, sedangkan asset tidak berwujud diamortisasi lebih dari 10 tahun.
Sewa operasional dicatat sebagai biaya dengan metode garis lurus.
Untuk penggabungan usaha tidak ada standar akuntansinya, tetapi sebagian besar menggunakan metode pembelian, yang disebut dengan amalgamation.
Sewa pembiayaan dikapitalisasi dalam nilai lancar pasar dan didepresiasi terhadap masa penggunaan sewa
MESIKO
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Sistem akuntansi yang diterapkan negara Meksiko adalah Code Law, dan standarisasi akuntansinya dikeluarkan oleh Council for Research and Development of Financial Information Standards (Consejo Mexicano Para La Investigacion y Dessarollo de Normas de Informacion Financiera - CINIF).
Sedangkan untuk standarisasi proses audit dikeluarkan oleh Mexican Institute of Public Accountants (Instituto Mexicano de Contadores Publicos) melalui Auditing standards and Procedures Commision. Sistem akuntansi di Meksiko menggunakan pendekatan sistem Inggris-Amerika atau Anglo-Saxon, daripada pendekatan Eropa Kontinental. Prinsip akuntansi di Meksiko tidak membeda-bedakan antara perusahaan besar dan kecil, yang terutama dapat diaplikasikan ke semua bidang bisnis.
Laporan Keuangan
Laporan keuangan di Meksiko harus disesuaikan dengan tingkat inflasi yang sedang terjadi, dan harus meliputi :
Neraca
Laporan perubahan posisi keuangan
Laporan perubahan ekuitas pemegang saham
Laporan Laba-Rugi
Catatan, merupakan bagian yang melengkapi laporan perubahan posisi keuangan, yang meliputi antara lain:
Komitmen untuk pembelian saham substansial atau dibawah hak kontrak
Rencana pensiun pegawai
Kebijakan akuntansi pada perusahaan
Penjelasan mendetail mengenai utang jangka panjang dan kurs mata uang asing
Batasan Dividen
Ketersediaan material
Transaksi dengan perusahaan sejawat
Pajak
Jaminan
Patokan Akuntansi
Bisnis gabungan menggunakan metode pembelian.
Sewa guna usaha termasuk ke dalam operational lease atau financial lease.
Cadangan tak terduga tidak dapat diterima oleh GAAP Meksiko.
Biaya penelitian dibebankan saat terjadinya, dan biaya pengembangan dikapitalisasi dan diamortisasi saat kemungkinan teknologi hadir.
Referensi :
Choi, Frederick D.S., dan Gary K. Meek. 2010. International Accounting. Jakarta: Salemba Empat.
PENULISAN INI UNTUK MEMENUHI TUGAS SOFTSKILL MATA KULIAH AKUNTANSI INTERNASIONAL
Ditulis Oleh : C. Desiana Sari
Dosen : Jessica Barus
UNIVERSITAS GUNADARMA
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Sistem akuntansi di Amerika Serikat bersifat Common Law serta diatur oleh sektor khusus yaitu Dewan Standart Akuntansi Keuangan (Financial Accounting Standard Board- FASB), namun untuk kewenangannnya berada dibawah SEC ( Securities and Exchange Commisson).
SEC memiliki kewenangan penuh untuk menjelaskan standar akuntansi dan laporan perusahaan publik akan tetapi bergantung pada sektor swasta dalam penerapan standarisasi tersebut.
Prinsip Akuntansi yang Berlaku umum (Generally Accepted Accounting Principles- GAAP) terdiri atas seluruh standar akuntansi keuangan, regulasi, dan peraturan yang harus dipatuhi dalam mempersiapkan laporan keuangan dengan komponen utama dari GAAP ini adalah SFASs.
Pada tahun 2002 FASB dan IASB menandatangani Norwalk Agreement dengan tujuan untuk menghilangkan perbedaan yang muncul diantara standarisasi mereka serta mengkoordinasikan agenda pengaturan standarisasi sehingga permasalahan utama yang muncul dapat diselesaikan bersama. Pada tahun yang sama, tahun 2002 ditandatangani UUSarbane-Oaxley Act yang secara signifikan memperluas persyaratan AS dalam perusahaan pemerintah, laporan, penjelasan, serta regulasi profesi audit.
Laporan Keuangan
Laporan Keuangan di Amerika Serikat meliputi:
Laporan Auditor Independen
Laporan Manajemen
Laporan Keuangan Primer (Laporan Laba-Rugi, laporan arus kas, neraca, laba-rugi komprehensif, dan perubahan ekuitas pemegang saham)
Diskusi Manajemen, Analisa hasil operasional, dan kondisi keuangan
Perbandingan data keuangan selama 5 atau 10 tahun
Data triwulan terpilih
Penjelasan mengenai kebijakan akuntansi dengan dampak yang paling kritis pada laoran keuangan
Catatan atas laporan keuangan
Patokan Akuntansi
Goodwill dikapitalisasi sebagai selisih antara harga pasar yang dipertimbangkan dengan harga pasar dibawah aset bersih yang diperoleh.
LIFO digunakan untuk tujuan kepentingan pajak.
Persediaan menggunakan metode FIFO, LIFO dan average.
Penggabungan bisnis dihitung seperti sebuah pembelian.
Aset berwujud dan tidak berwujud inilai dengan harga perolehan.
Penyusutan dan amorrtisasi ditentukaan dengan estimasi umur ekonomis.
Biaya penelitian dan pengembangan dibebankan saat terjadinya.
Penyesuaian mata uang asing megikuti persyaratan dari SFASs No.52 yang berdasarkan pada tambahan fungsional mata uang asing untuk menentukan metodologi penyesuaian pertukaran mata uang asing.
JEPANG
Pembukuan dan Laporan Keuangan di Jepang menunjukkan adanya percampuran dari pengaruh internasional dan domestik. Untuk memahami sistem pembukuan Jepang, kita harus memahami historis Jepang, kebudayaan, dan praktik bisnis yang dijalankan. Perusahaaan Jepang memiliki keterkaitan terhadap ekuitas tersendiri, dan sering kali bergabung dengan firma milik pribadi yang lain. Keterhubungan daerah investasi industri konglomerat raksasa ini disebut keiretsu.
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Pemerintah nasional memiliki andil yang cukup besar terhadap akuntansi di Jepang. Regulasi akuntansi didasarkan pada tiga (3) badan hukum yaitu : undang-undang perusahaan (companuy low), undang-undang pajak penghasilan perusahaan (corporate income tax law), dan undang-undang pertukaran dan sekuritas (securities and exchange law).
Ketiga badan hukum tersebut saling mempengaruhi dan saling berinteraksi antara satu dengan lainnya disebut dengan “sistem legal triangular”. Undang-undang perusahaan diatur oleh suatu badan hukum yang bernama Ministry of Justice (MOJ). Hukum tersebut merupakan inti dari regulasi akuntansi di Jepang dan yang paling memiliki pengaruh besar. Semua perusahaan yang di didirikan berdasarkan undang-undang perusahaan yang diwajibkan untuk memenuhi standar dari ketentuan akuntansi tersebut.
Berdasarkan laporan keuangan, undang-undang perusahaan, serta jadwal yang mendukung pada perusahaan kecil dan menengah merupakan subjek untuk audit hanya diperbolehkan oleh auditor yang terkait. Baik auditor berwenang ataupun independen, keduanya harus mengaudit laporan keuangan yang telah dipublikasikan oleh perusahaan relevan denganperundang-undangan pertukaran dan sekuritas.
Auditor yang berwenang tidak memerlukan kualifikasi professional dan ditugasi oleh perusahaan secara penuh. Audit berwenang biasanya hanya fokus pada manajerial direktur dan bekerja sesuai dengan kewenangannya atau tidak. Auditor independen melibatkan diri pada pemeriksaan terhadap catatan keuangan, laporan dan harus dilakukan oleh akuntan publik bersertifikasi (certified public accountans - CPAs).
Laporan Keuangan
Perusahaan yang telah bergabung dibawah undang-undang perusahaan, dibutuhkan untuk mempersiapkan laporan yang berwenang untuk disetujui pada saat rapat pemegang saham, yang isinya antara lain :
Laporan Laba Rugi
Laporan atas perubahan ekuitas pemegang saham
Neraca
Jadwal terkait
Laporan bisnis
Patokan Akuntansi
Metode pooling of interest (penyatuan saham) untuk bisnis gabungan digunakan pada situasi tertentu saja di mana tidak ada perusahaan yang mengawasi perusahaan lainnya. Sebaiknya, bisnis gabungan dihitung karena adanya suatu pembelian. Goodwill dihitung dengan dasar harga pasar aset bersih yang di dapatkan dan diamortisasi lebih dari 20 tahun atau kurang serta subjek terhadap tes penurunan nilai.
Metode ekuitas sering digunakan dalam berinvestasi pada perusahaan afiliasi ketika perusahaan induk memberikan pengaruh signifikan daripada kebijakan finansial danoperasional. Metode ekuitas juga digunakan untuk menghitung proyek gabungan, gabungan yang profesional tidak diperbolehkan. Dibawah standar stimulasi mata uang, kewajiban,dan aset dari anak perusahaan asing dihitung dengan tingkat kurs saat itu (akhir tahun), pendapatan dan beban dalam rata-rata, serta penyesuaian pertukaran mata uang asing berada dalam ekuitas pemegang saham.
Persediaan yang harus dihitung apakah sesuai dengan biaya atau lebih rendah atau nilai keuntungan bersih. LIFO, FIFO, serta metode biaya rata-rata semuanya menerima metodecost flow (arus biaya), dengan rata-rata yang paling populer. Investasi dalam saham dinilai pada harga pasar. Aset tetap di nilai pada biaya dan didepresiasi yang berkenaan dengan hukum perpajakan. Metode declining balance (saldo menurun) merupakan metode depresiasi paling umum. Aset bersih juga di uji dengan adanya penurunan nilai.
Kontrak sewa yang memindahkan kepemilikan terhadap penyewa dikapitalisasi. Sewa menyewa keuangan lainnya mungkin kapitalisasi atau dianggap sebagai kontrak operasional. Pajak tangguhan dipersiapan untuk perubahan sepanjang waktu dengan menggunaka metode kewajiban. Kerugian bersyarat juga dipersiapkan hingga terciptanya kemungkinan dan dapat diperkirakan. Dibutuhkan cadangan : setiap tahunnya perusahaan harus mengalokasikan sejumlah minimal 10 persen kas dividen dan bonus yang dibayarkan pada direktur dan auditor berwang hingga cadangan mencapi 25 persen dari saham.
CINA
Pada akhir tahun 1970-an, pemimpin Cina mulai menggerakkan ekonomi dari program terpusat gaya Soviet menuju sistem yang lebih berorientasi pasar namun masih dalam kendali partai komunis.
Ekonomi Cina saat ini digambarkan sebagai ekonomi hibrid, di mana negara bertugas untuk mengontrol komoditas dan industri strategis, sementara industri lainnya seperti perdagangan dan sektor swasta, ditumbuhkan dengan sistem berorientasi pasar.
Melihat perkembangan sistem ekonomi yang ada di Cina, maka sistem dan aturan akuntansi di Cina juga berubah seiring adanya reformasi ekonomi yang terjadi.
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Pada tahun 1992, Departemen Keuangan mengeluarkan Accounting Standards for Business Enterprises (ASBE).
ASBE adalah sebuah konsep kerangka kerja yang dirancang untuk menuntun perkembangan standar baru akuntansi yang ada yang pada akhirnya menyeragamkan praktik domestik dan menyeragamkan praktik akuntansi Cina dengan praktik internasional.
Kemudian, pada tahun 1998 Cina mendirikan sebuah Komite Standar Akuntansi Cina (The China Accounting Standards Committee-CASC) sebagai lembaga yang memiliki kewenangan dalam departemen keuangan yang bertanggung jawab dalam mengembangkan standar akuntansi.
Pada akhirnya, tahun 2006 susunan baru ASBE dikeluarkan, dan ASBE ini menyajikan ketentuan standar akuntansi Cina yang pada hakikatnya sejalan dengan IFRS.
Pelaporan Keuangan
Periode pembukuan yang diminta sesuai dengan kalender tahunan. Laporan Keuangan terdiri atas :
Laporan laba rugi
Laporan perubahan ekuitas
Laporan arus kas
Neraca
Catatan
Patokan Akuntansi
Biaya depresiasi didasarkan pada basis ekonomi.
Kapitalisasi dan Uji penurunan nilai tahunan diberlakukan untuk mendapatkan goodwill.
Penilaian persediaan menggunakan metode FIFO dan rata-rata.
Untuk menghitung usaha gabungan menggunakan metode ekuitas.
Penilaian aset menggunakan basis harga perolehan.
Penggabungan usaha dicatat menggunakan metode pembelian.
INDIA
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Akuntansi dipengaruhi oleh bangsa inggris.
Pengawasan terhadap pasar modal ada pada Securities and Exchange Board of India(SEBI).
Departemen Urusan Perusahaan pada tahun 1956 memperbaharui Akta Perusahaan yang berisikan Kitab Akuntansi. Menurut Akta tersebut, Kitab Akuntansi berisi :
Harus memberikan sudut pandang yang adil dan sebenarnya menyangkut status urusan perusahaan.
Harus tetap pada basis akrual sesuai dengan sistem akuntansi pencatatan ganda.
Standar Akuntansi India atau Indian Accounting Standards (AS) diterbitkan oleh Dewan Akuntansi Standar (Accounting Standards Board), Standart Asuransi dan Auditing atau(Auditing Assurance Standards) diterbitkan oleh Dewan Audit dan Asuransi Standar.
Lembaga yang bertanggung jawab atas izin profesi Akuntansi, pengembangan standar dan proses audit adalah The Institute of Chartered Accountant of India. Institute tersebut berencana untuk mengadopsi IFRS secara penuh tanpa modifikasi.
Pelaporan Keuangan
Neraca dua tahun
Kebijakan Akuntansi dan Catatan
Laporan Arus Kas
Laporan Laba Rugi
Patokan Akuntansi
Penggabungan.
Goodwill.
Dikapitalisasi, diamortisasi dan diuji impairmentnya (pengurangannya).
Biaya persediaan dihitung yang lebih rendah antara harga perolehan dan nilai yang dapat direalisasi, FIFO, dan rata-rata.
Penilaian asset tetap memakai nilai wajar dan harga perolehan, sedangkan asset tidak berwujud diamortisasi lebih dari 10 tahun.
Sewa operasional dicatat sebagai biaya dengan metode garis lurus.
Untuk penggabungan usaha tidak ada standar akuntansinya, tetapi sebagian besar menggunakan metode pembelian, yang disebut dengan amalgamation.
Sewa pembiayaan dikapitalisasi dalam nilai lancar pasar dan didepresiasi terhadap masa penggunaan sewa
MESIKO
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Sistem akuntansi yang diterapkan negara Meksiko adalah Code Law, dan standarisasi akuntansinya dikeluarkan oleh Council for Research and Development of Financial Information Standards (Consejo Mexicano Para La Investigacion y Dessarollo de Normas de Informacion Financiera - CINIF).
Sedangkan untuk standarisasi proses audit dikeluarkan oleh Mexican Institute of Public Accountants (Instituto Mexicano de Contadores Publicos) melalui Auditing standards and Procedures Commision. Sistem akuntansi di Meksiko menggunakan pendekatan sistem Inggris-Amerika atau Anglo-Saxon, daripada pendekatan Eropa Kontinental. Prinsip akuntansi di Meksiko tidak membeda-bedakan antara perusahaan besar dan kecil, yang terutama dapat diaplikasikan ke semua bidang bisnis.
Laporan Keuangan
Laporan keuangan di Meksiko harus disesuaikan dengan tingkat inflasi yang sedang terjadi, dan harus meliputi :
Neraca
Laporan perubahan posisi keuangan
Laporan perubahan ekuitas pemegang saham
Laporan Laba-Rugi
Catatan, merupakan bagian yang melengkapi laporan perubahan posisi keuangan, yang meliputi antara lain:
Komitmen untuk pembelian saham substansial atau dibawah hak kontrak
Rencana pensiun pegawai
Kebijakan akuntansi pada perusahaan
Penjelasan mendetail mengenai utang jangka panjang dan kurs mata uang asing
Batasan Dividen
Ketersediaan material
Transaksi dengan perusahaan sejawat
Pajak
Jaminan
Patokan Akuntansi
Bisnis gabungan menggunakan metode pembelian.
Sewa guna usaha termasuk ke dalam operational lease atau financial lease.
Cadangan tak terduga tidak dapat diterima oleh GAAP Meksiko.
Biaya penelitian dibebankan saat terjadinya, dan biaya pengembangan dikapitalisasi dan diamortisasi saat kemungkinan teknologi hadir.
Referensi :
Choi, Frederick D.S., dan Gary K. Meek. 2010. International Accounting. Jakarta: Salemba Empat.
PENULISAN INI UNTUK MEMENUHI TUGAS SOFTSKILL MATA KULIAH AKUNTANSI INTERNASIONAL
Ditulis Oleh : C. Desiana Sari
Dosen : Jessica Barus
UNIVERSITAS GUNADARMA
JUDUL 1 : PERBANDINGAN AKUNTANSI EROPA, AMERIKA & ASIA
Analisis Perbandingan atau Komparatif Akuntansi Eropa, Amerika dan Asia
Benua Eropa – Inggris
Akuntansi di Inggris berkembang sebagai sebuah ilmu tunggal, secara pragmatis merespons terhadap kebutuhan dan praktik bisnis. Seiring waktu, secara berturut-turut undang-undang perusahaan menambahkan susunan dan persyaratan lainnya, tapi masih memperbolehkan fleksibilitas akuntan dalam penerapan penilaian profesional. Warisan akuntansi Inggris pada dunia sangatlah mendasar. Inggris merupakan negara pertama di dunia yang mengembangkan sebuah profesi akuntansi seperti yang kita kenal saat ini.
Benua Amerika
Akuntansi di Amerika Serikat diatur oleh badan sektor khusus Dewan Standar Akuntansi Keuangan (Financial Accounting Board-FASB), namun yang menjadi penyokong kewenangan standar akuntansinya adalah agensi kepemerintahan komisi keamanan dan kurs (Securities and Exchange Commission-SEC).
Hingga tahun 2002, Institut Sertifikasi Akuntansi Publik Amerika (American Institute of Certified Public Accounttants-AICPA), sebagai badan khusus lainnya juga mengaudit standar mereka. Pada tahun tersebut, Publik Company Accounting Oversight Board (PCAOB) didirikan, dengan dewan yang berwenang untuk mengeluarkan regulasi audit dan auditor perusahaan publik.
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
SEC memiliki wewenang penuh untuk menjelaskan standar akuntansi dan laporan kepada perusahaan publik tetapi bergantung pada sekdos swasta dalam menerapkan standar tersebut. Hal ini bekerja dengan FASB dan bersifat menekan saat FASB dinilai bergerak terlalu lambat atau menyimpang.
FASB dibentuk pada tahun 1973 dan desember 2006 mengeluarkan laporan standar akuntansi keuangan 158 (158 statements of financial accounting standards-SFASs). Tujuannya adalah untuk menyediakan informasi yang berguna untuk para infestor . Prinsip akuntansi yang umum adalah GAAP.
Pada tahun 1991, FASB mengembangkan strategi rencana pertama untuk aktivitas internasional. Tahun 1994, menambahkan promosi mengenai perbandingan internasional. FASB merupakan anggota internasional kooperatif, berkomitmen,untuk fokus pada GAAP AS dan IFRS. Tahun 2002 FASB dan IASB membentuk komitmen mereka untuk menyatukan tujuan dengan menandatangini Norwalk Agreement yang kemudian ditegaskan kembali pada tahun 2005, dengan beberapa tujuan yang akan dicapai pada tahun 2008.
Diantara semuanya yang paling penting adalah pembentukan PCAOB yaitu suatu organisasi non profit yang diawasi langsung oleh SEC. PCAOB memiliki tanggung jawab sebagai berikut :
Menerapkan audit, mengendalikan kuantitas, etika, kemandirian dan standarisasi lainnya yang berhubungan dengan persiapan untuk laporan audit perusahaan agar aman diketahui publik.
Mengawasi subjek audit perusahaan publik terhadap keamanan hukum
Memeriksa akuntansi firma publik yang telah terdaftar.
Mendukung akuntansi firma publik, serta memberikan kasus kepada SEC atau badan lain untuk menginvestigasi lebih lanjut
Benua Asia
Jepang
Pembukuan dan laporan keuangan Jepang menggambarkan adanya percampuran dari pengaruh domestik dan internasional. Dua agensi permerintah yang terpisah memiliki tanggung jawab regulasi akuntansi, dan terdapat pengaruh yang lebih jauh lagi dari undang-undang pajak penghasilan perusahaan jepang. Perintah nasional memiliki pengaruh yang signifikan terhadap akuntansi jepang. Regulasi akuntansi berdasarkan pada tiga badan hukum: undang-undang perusahaan (company law), undang-undang pertukaran dan sekuritas (securities and exchange law), dan undang-undang pajak penghasilan perusahaan (corporate income tax law)
Cina
Karakteristik dasar akuntansi Cina dimulai sejak pembentukan RRC pada tahun 1949. Cina menerapkan program ekonomi yang sangat terpusat. Negara mengendalikan kepemilikan, hak guna, dan distribusi untuk semua sarana produksi, dan memberlakukan pelaksanaan dan pengendalian ekonomi yang disiplin. Produksi menjadi prioritas utama perusahaan milik negara. Mereka menjual dan member harga yang ditentukan oleh otoritas program negara, dan penetapan biaya keuangan dan produk mereka diatur oleh departemen keuangan negara. Berdasarkan sistem ini, tujuan akuntansi adalah memenuhi kebutuhan negara untuk program dan pengendalian ekonomi. Susunan persamaan standar akuntansi telah dikembangkan supaya menyatukan informasi ke dalam perencanaan ekonomi nasional.
India
Pengaruh bangsa Inggris meluas pada akuntansi: pelaporan keuangan ditujukan pada saat presentasi wajar dan ada profesi akuntansi independen yang mengatur standar akuntansi dan proses audit. Dua sumber utama standar akuntansi keuangan di India adalah lembaga hukum dan profesi akuntansi. The Institute of Chartered Accountants of India mengatur izin profesi akuntansi dan bertanggung jawab untuk mengembangkan standar akuntansi dan profesi audit.
Standar & Praktek Akuntansi (Eropa Amerika Asia)
Standar Akuntansi
Standar akuntansi tidak dapat dilepaskan dari pengaruh lingkungan dan kondisi hukum, sosial dan ekonomi suatu negara tertentu. Hal-hal tersebut menyebabkan suatu standar akuntansi di suatu negara berbeda dengan di negara lain. Globalisasi yang tampak antara lain dari kegiatan perdagangan antar negara serta munculnya berbagai perusahaan multinasional mengakibatkan timbulnya kebutuhan akan suatu standar akuntansi yang berlaku secara luas di seluruh dunia. Namun, setiap negara memiliki lembaga pengatur standar pelaporan keuangannya sendiri.
Uni Eropa memiliki International Accounting Standard (IAS) yang dikeluarkan olehInternational Accounting Standard Board (IASB), Amerika Serikat memiliki Generally Accepted Accounting Principles (GAAP) yang dirilis oleh Financial Accounting Standard Board (FASB), dan seterusnya. Setiap negara menggunakan standar pelaporan yang sangat mungkin divergen antara satu dengan yang lain. Tidak ada jaminan bahwa laporan-laporan keuangan yang disajikan di antara negara-negara yang berbeda tersebut dapat dibaca dengan bahasa yang sama. Perbedaan standar ini pada ujungnya juga akan menghambat para pelaku bisnis internasional dalam mengambil keputusan bisnisnya. Sejauh ini yang menjadi leading dalam standar acuan adalah International Financial Reporting.
Standar akuntansi yang berkualitas sangat penting untuk pengembangan kualitas struktur pelaporan keuangan global. Standar akuntansi yang berkualitas terdiri dari prinsip-prinsip komprehensif yang netral, konsisten, sebanding, relevan dan dapat diandalkan serta berguna bagi investor, kreditor dan pihak lain untuk membuat keputusan alokasi modal (SEC, 2000, dalam Roberts, et al. 2005). Standar tersebut harus mencangkup :
Konsisten dengan kerangka konseptual yang mendasarinya.
Jelas dan komprehensif, sehingga standar tersebut dapat dimengerti oleh pembuat laporan keuangan, auditor yang memeriksa laporan keuangan berdasarkan standar tersebut, oleh pihak-pihak yang berwenang mengharuskan pemakaian standar tersebut serta para pengguna informasi yang dihasilkan berdasarkan standar tersebut.
Menghindari atau meminimumkan adanya prosedur akuntansi alternatif, baik implisit maupun eksplisit dengan mengingat faktor comparability dan consistency.
Praktek Akuntansi
Tidak dapat dipungkiri bahwa Amerika Serikat memiliki pengaruh yang cukup besar dalam kancah internasional dan sangat kuat hampir di segala aspek kehidupan. Kita sering mengalami kesulitan saat membedakan mana yang internasional dan mana yang Amerika. Faktanya, dalam dunia akuntansi saat ini standar akuntansi yang berlaku di Amerika Serikat disusun oleh Financial Accounting Standards Board (FASB) dan telah diikuti oleh beberapa negara, baik secara langsung maupun telah dimodifikasi. Sementara itu,Internasional Accounting Standards (IASs), yang dikeluarkan oleh International Accounting Standards Committee (IASC), belum diikuti oleh semua negara, bahkan oleh negara-negara anggota yang tergabung dalam IASC tersebut. Namun sejauh ini yang menjadileading dalam standar acuan adalah International Financial Reporting Standards (IFRS) yang dikeluarkan oleh International Accounting Standard Board (IASB).
Pada bulan Juni 2000, European Union mengadopsi IAS/IFRS dan mewajibkan semua perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Eropa untuk menyusun laporan keuangan berdasarkan IAS/IFRS. Pengadopsian IFRS kemudian diikuti oleh negara lain di berbagai belahan dunia.
Di Indonesia, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) adalah organisasi yang telah mencanangkan program konvergensi IFRS. IAI meresmikan (grand launching) program konvergensi IFRS ke PSAK pada tanggal 23 Desember 2008 dan akan diberlakukan secara penuh pada tanggal 1 Januari 2012. Hoesada (2008, dalam Nunik, 2010) menyatakan bahwa, konvergensi IFRS terhadap PSAK akan menyebabkan PSAK yang tadinya ruled-basedsekarang menjadi principle-based.
Referensi :
Choi, Frederick D.S., and Gerhard D. Mueller, 2005. Akuntansi Internasional – Buku 1. Jakarta : Salemba Empat
PENULISAN INI UNTUK MEMENUHI TUGAS SOFTSKILL MATA KULIAH AKUNTANSI INTERNASIONAL
Ditulis Oleh : C. Desiana Sari
Dosen : Jessica Barus
UNIVERSITAS GUNADARMA
Benua Eropa – Inggris
Akuntansi di Inggris berkembang sebagai sebuah ilmu tunggal, secara pragmatis merespons terhadap kebutuhan dan praktik bisnis. Seiring waktu, secara berturut-turut undang-undang perusahaan menambahkan susunan dan persyaratan lainnya, tapi masih memperbolehkan fleksibilitas akuntan dalam penerapan penilaian profesional. Warisan akuntansi Inggris pada dunia sangatlah mendasar. Inggris merupakan negara pertama di dunia yang mengembangkan sebuah profesi akuntansi seperti yang kita kenal saat ini.
Benua Amerika
Akuntansi di Amerika Serikat diatur oleh badan sektor khusus Dewan Standar Akuntansi Keuangan (Financial Accounting Board-FASB), namun yang menjadi penyokong kewenangan standar akuntansinya adalah agensi kepemerintahan komisi keamanan dan kurs (Securities and Exchange Commission-SEC).
Hingga tahun 2002, Institut Sertifikasi Akuntansi Publik Amerika (American Institute of Certified Public Accounttants-AICPA), sebagai badan khusus lainnya juga mengaudit standar mereka. Pada tahun tersebut, Publik Company Accounting Oversight Board (PCAOB) didirikan, dengan dewan yang berwenang untuk mengeluarkan regulasi audit dan auditor perusahaan publik.
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
SEC memiliki wewenang penuh untuk menjelaskan standar akuntansi dan laporan kepada perusahaan publik tetapi bergantung pada sekdos swasta dalam menerapkan standar tersebut. Hal ini bekerja dengan FASB dan bersifat menekan saat FASB dinilai bergerak terlalu lambat atau menyimpang.
FASB dibentuk pada tahun 1973 dan desember 2006 mengeluarkan laporan standar akuntansi keuangan 158 (158 statements of financial accounting standards-SFASs). Tujuannya adalah untuk menyediakan informasi yang berguna untuk para infestor . Prinsip akuntansi yang umum adalah GAAP.
Pada tahun 1991, FASB mengembangkan strategi rencana pertama untuk aktivitas internasional. Tahun 1994, menambahkan promosi mengenai perbandingan internasional. FASB merupakan anggota internasional kooperatif, berkomitmen,untuk fokus pada GAAP AS dan IFRS. Tahun 2002 FASB dan IASB membentuk komitmen mereka untuk menyatukan tujuan dengan menandatangini Norwalk Agreement yang kemudian ditegaskan kembali pada tahun 2005, dengan beberapa tujuan yang akan dicapai pada tahun 2008.
Diantara semuanya yang paling penting adalah pembentukan PCAOB yaitu suatu organisasi non profit yang diawasi langsung oleh SEC. PCAOB memiliki tanggung jawab sebagai berikut :
Menerapkan audit, mengendalikan kuantitas, etika, kemandirian dan standarisasi lainnya yang berhubungan dengan persiapan untuk laporan audit perusahaan agar aman diketahui publik.
Mengawasi subjek audit perusahaan publik terhadap keamanan hukum
Memeriksa akuntansi firma publik yang telah terdaftar.
Mendukung akuntansi firma publik, serta memberikan kasus kepada SEC atau badan lain untuk menginvestigasi lebih lanjut
Benua Asia
Jepang
Pembukuan dan laporan keuangan Jepang menggambarkan adanya percampuran dari pengaruh domestik dan internasional. Dua agensi permerintah yang terpisah memiliki tanggung jawab regulasi akuntansi, dan terdapat pengaruh yang lebih jauh lagi dari undang-undang pajak penghasilan perusahaan jepang. Perintah nasional memiliki pengaruh yang signifikan terhadap akuntansi jepang. Regulasi akuntansi berdasarkan pada tiga badan hukum: undang-undang perusahaan (company law), undang-undang pertukaran dan sekuritas (securities and exchange law), dan undang-undang pajak penghasilan perusahaan (corporate income tax law)
Cina
Karakteristik dasar akuntansi Cina dimulai sejak pembentukan RRC pada tahun 1949. Cina menerapkan program ekonomi yang sangat terpusat. Negara mengendalikan kepemilikan, hak guna, dan distribusi untuk semua sarana produksi, dan memberlakukan pelaksanaan dan pengendalian ekonomi yang disiplin. Produksi menjadi prioritas utama perusahaan milik negara. Mereka menjual dan member harga yang ditentukan oleh otoritas program negara, dan penetapan biaya keuangan dan produk mereka diatur oleh departemen keuangan negara. Berdasarkan sistem ini, tujuan akuntansi adalah memenuhi kebutuhan negara untuk program dan pengendalian ekonomi. Susunan persamaan standar akuntansi telah dikembangkan supaya menyatukan informasi ke dalam perencanaan ekonomi nasional.
India
Pengaruh bangsa Inggris meluas pada akuntansi: pelaporan keuangan ditujukan pada saat presentasi wajar dan ada profesi akuntansi independen yang mengatur standar akuntansi dan proses audit. Dua sumber utama standar akuntansi keuangan di India adalah lembaga hukum dan profesi akuntansi. The Institute of Chartered Accountants of India mengatur izin profesi akuntansi dan bertanggung jawab untuk mengembangkan standar akuntansi dan profesi audit.
Standar & Praktek Akuntansi (Eropa Amerika Asia)
Standar Akuntansi
Standar akuntansi tidak dapat dilepaskan dari pengaruh lingkungan dan kondisi hukum, sosial dan ekonomi suatu negara tertentu. Hal-hal tersebut menyebabkan suatu standar akuntansi di suatu negara berbeda dengan di negara lain. Globalisasi yang tampak antara lain dari kegiatan perdagangan antar negara serta munculnya berbagai perusahaan multinasional mengakibatkan timbulnya kebutuhan akan suatu standar akuntansi yang berlaku secara luas di seluruh dunia. Namun, setiap negara memiliki lembaga pengatur standar pelaporan keuangannya sendiri.
Uni Eropa memiliki International Accounting Standard (IAS) yang dikeluarkan olehInternational Accounting Standard Board (IASB), Amerika Serikat memiliki Generally Accepted Accounting Principles (GAAP) yang dirilis oleh Financial Accounting Standard Board (FASB), dan seterusnya. Setiap negara menggunakan standar pelaporan yang sangat mungkin divergen antara satu dengan yang lain. Tidak ada jaminan bahwa laporan-laporan keuangan yang disajikan di antara negara-negara yang berbeda tersebut dapat dibaca dengan bahasa yang sama. Perbedaan standar ini pada ujungnya juga akan menghambat para pelaku bisnis internasional dalam mengambil keputusan bisnisnya. Sejauh ini yang menjadi leading dalam standar acuan adalah International Financial Reporting.
Standar akuntansi yang berkualitas sangat penting untuk pengembangan kualitas struktur pelaporan keuangan global. Standar akuntansi yang berkualitas terdiri dari prinsip-prinsip komprehensif yang netral, konsisten, sebanding, relevan dan dapat diandalkan serta berguna bagi investor, kreditor dan pihak lain untuk membuat keputusan alokasi modal (SEC, 2000, dalam Roberts, et al. 2005). Standar tersebut harus mencangkup :
Konsisten dengan kerangka konseptual yang mendasarinya.
Jelas dan komprehensif, sehingga standar tersebut dapat dimengerti oleh pembuat laporan keuangan, auditor yang memeriksa laporan keuangan berdasarkan standar tersebut, oleh pihak-pihak yang berwenang mengharuskan pemakaian standar tersebut serta para pengguna informasi yang dihasilkan berdasarkan standar tersebut.
Menghindari atau meminimumkan adanya prosedur akuntansi alternatif, baik implisit maupun eksplisit dengan mengingat faktor comparability dan consistency.
Praktek Akuntansi
Tidak dapat dipungkiri bahwa Amerika Serikat memiliki pengaruh yang cukup besar dalam kancah internasional dan sangat kuat hampir di segala aspek kehidupan. Kita sering mengalami kesulitan saat membedakan mana yang internasional dan mana yang Amerika. Faktanya, dalam dunia akuntansi saat ini standar akuntansi yang berlaku di Amerika Serikat disusun oleh Financial Accounting Standards Board (FASB) dan telah diikuti oleh beberapa negara, baik secara langsung maupun telah dimodifikasi. Sementara itu,Internasional Accounting Standards (IASs), yang dikeluarkan oleh International Accounting Standards Committee (IASC), belum diikuti oleh semua negara, bahkan oleh negara-negara anggota yang tergabung dalam IASC tersebut. Namun sejauh ini yang menjadileading dalam standar acuan adalah International Financial Reporting Standards (IFRS) yang dikeluarkan oleh International Accounting Standard Board (IASB).
Pada bulan Juni 2000, European Union mengadopsi IAS/IFRS dan mewajibkan semua perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Eropa untuk menyusun laporan keuangan berdasarkan IAS/IFRS. Pengadopsian IFRS kemudian diikuti oleh negara lain di berbagai belahan dunia.
Di Indonesia, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) adalah organisasi yang telah mencanangkan program konvergensi IFRS. IAI meresmikan (grand launching) program konvergensi IFRS ke PSAK pada tanggal 23 Desember 2008 dan akan diberlakukan secara penuh pada tanggal 1 Januari 2012. Hoesada (2008, dalam Nunik, 2010) menyatakan bahwa, konvergensi IFRS terhadap PSAK akan menyebabkan PSAK yang tadinya ruled-basedsekarang menjadi principle-based.
Referensi :
Choi, Frederick D.S., and Gerhard D. Mueller, 2005. Akuntansi Internasional – Buku 1. Jakarta : Salemba Empat
PENULISAN INI UNTUK MEMENUHI TUGAS SOFTSKILL MATA KULIAH AKUNTANSI INTERNASIONAL
Ditulis Oleh : C. Desiana Sari
Dosen : Jessica Barus
UNIVERSITAS GUNADARMA
Kamis, 10 Maret 2016
PERUSAHAAN MULTI NASIONAL COMPANY
Profil Perusahaan
Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dengan nama panggilan PT Telkom Indonesia Tbk (Persero) berdiri pada tanggal 19 November 1991 yang beralamat di Gedung Graha Merah Putih, Jl Japati No. 1, Bandung, Indonesia 40133. perusahaan ini bergerak dibidang usaha jasa dan jaringan komunikasi dengan kegiatan usaha perdagangan barang dan jasa. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk adalah perusahaan informasi dan komunikasi serta penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi secara lengkap di Indonesia. Telkom mengklain sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, dengan jumlah pelanggan telepon tetap sebanyak 15 juta dan pelanggan telepon seluler sebanyak 104 juta. Visi perusahaan yaitu “To become a leading, Telecommunication, Information, Media, Edutainment & Services (TIMES) Player in the Region” dan misi perusahaan yaitu “ To Provide TIME Services with Excellent Quality & Competitive Price, To be the Role Model as the Best Managed Indonesian Corporation”.
Sejarah singkat pada era kolonial tahun 1882, didirikan sebuah badan usaha swasta penyedia layanan pos dan telegraf. Layanan komunikasi kemudian dikonsolidasikan oleh Pemerinntah Hindia Belanda ke dalam jawatan Post Telegraaf Telefoon (PTT). Sebelumnya, pada tanggal 23 Oktober 1856, dimulai pengoperasian layanan jasa telegraf wlektromagnetik pertama yang mebghubungkan Jakarta (Batavia) dengan Bogor (Buitenzorg). Pada tahun 2009 momen tersebut hari lahir Telkom.
Saham Perseroan dicatatkan di NYSE, Bursa Efek Indonesia (Sebelumnya Bursa Efek Jakarta) dan Bursa Efek Surabaya (yang bergabung dengan Bursa Efek Jakarta pada tahun 2003) pada 14 November 1995.
Anak Perusahaan
Anak perusahaan pada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk ada sepuluh, yaitu :
PT Pramindo Ikat Nusantara (“Pramindo”) bergerak dibidang Jasa dan Pembangunan Telekomunikasi.
PT Multimedia Nusantara (“Metra”) bergerak dibidang Jasa Jaringan Telekomunikasi dan Multimedia.
PT Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia bergerak dibidang Pembangunan, jasa dan perdagangan bidang telekomunikasi.
PT Telkom Akses (“Tellkom Akses”) bergerak dibidang Pembangunan, jasa dan perdagangan bidang telekomunikasi.
PT Graha Sarana Duta (“GSD”) bergerak dibidang Penyewaan kantor dan manajemen gedung dan jasa pemeliharaan konsultan sipil, dan pengembangan.
PT Dayamitra Telekomunikasi (“Dayamitra”) bergerak dibidang Telekomunikasi.
PT Telekomunikasi Indonesia International (“TII”) bergerak dibidang Telekomunikasi.
PT Patra Komunikasi Indonesia (“Patrakom”) bergerak dibidang Telekomunikasi Jaringan Tetap.
PT Napsindo Primatel (“Napsindo”) bergerak dibidang Telekomunikasi menyediakan Network Access Point (NAP), Voice Over Data (VOD) dan jasa terkait lainnya.
PT Telekomunikasi Selular (“Telkomsel”) bergerak dibidang Telekomunikasi operator fasilitas dan jasa telepon seluler menggunakan teknologi Global System for Mobile Communication (“GSM”).
Jumlah saham beredar
Pada bulan Desember 2014 harga saham 2.865 dengan lembar saham 1.296.825.900 jumlah saham yang beredar 98.175.853.600.
Ukuran penerapan IFRS
Telkom menjunjung tinggi penerapan Good Corporate Governance (GCG), dan secara konsisten dilakukan peningkatan dari tahun ke tahun. Perkembangan signifikan dalam implementasi GCG Telkom adalah penguatan strukur tata kelola organisasi berkarakteristik holding, melalui penerapan mekanisme Board of Executive untuk Entitas anak. Kami juga menerapkan Enterprise Risk Management (ERM) secara menyeluruh, membuat pakta integritas dalam ruang lingkup grup, penguatan tata kelola IT, dan remediasi pengendalian internal untuk menjamin keandalan laporan keuangan. Terkait penyusunan laporan keuangan, sejak tahun 2010 kami telah mengadopsi standar International Financial Reporting Standards (IFRS). Telkom telah memenuhi kriteria ASEAN Corporate Governance Scorecard, yang menilai kualitas penerapan GCG pada perusahaan-perusahaan publik di enam negara ASEAN. Dapat dilihat berdasarkan pada :
Imbalan karyawan
Berdasarkan PSAK, keuntungan dan kerugian aktuarial diakui sebagai pendapatan atau beban apabila akumulasi keuntungan atau kerugian aktuarial bersih yang belum diakui pada akhir tahun pelaporan sebelumnya melebihi 10% dari nilai kini imbalan pasti. Keuntungan atau kerugian ini diakui dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan sisa masa kerja rata-rata karyawan. Perubahan kewajiban imbalan pasti yang disebabkan perubahan program menyangkut manfaat yang telah menjadi hak (vested) diakui di laporan laba rugi sementara perubahan yang menyangkut manfaat yang belum menjadi hak (unvested) akan ditangguhkan selama periode sampai dengan manfaat menjadi vested. Pendapatan bunga atas aset program ditentukan menggunakan taksiran tingkat pengembalian jangka panjang aset program. PSAK tidak mengatur tentang bagian biaya administrasi yang termasuk dalam pengembalian aset program.
Berdasarkan IFRS, pengukuran kembali yang terdiri dari keuntungan atau kerugian aktuaria, termasuk perbedaan antara pengembalian aktual aset program (bersih setelah pajak dan biaya administrasi) dengan pengembalian yang dihitung menggunakan tingkat diskonto, dan perubahan pada batasan atas aset, diakui secara langsung ke pendapatan komprehensif lainnya. Seluruh perubahan dalam kewajiban imbalan pasti yang disebabkan perubahan program diakui di laporan laba rugi. Bunga bersih dari liabilitas atau aset imbalan pasti terdiri dari beban bunga atas kewajiban imbalan pasti dan pendapatan bunga atas aset program yang diukur dengan menggunakan tingkat diskonto di awal periode. Hanya biaya administrasi yang terkait langsung dengan manajemen aset program yang dimasukkan sebagai bagian dari pengembalian aset program.
Hak atas tanah
Berdasarkan PSAK, hak atas tanah dicatat sebagai bagian dari aset tetap dan tidak diamortisasi kecuali terdapat bukti yang mengindikasikan bahwa perpanjangan atau pembaruan hak atas tanah kemungkinan besar atau pasti tidak diperoleh. Biaya pengurusan perpanjangan atau pembaruan legal hak atas tanah diakui sebagai aset takberwujud dan diamortisasi sepanjang umur hukum hak atau umur ekonomis tanah, mana yang lebih pendek.
Berdasarkan IFRS, hak atas tanah dicatat sebagai sewa pembiayaan dan disajikan sebagai bagiandari aset tetap. Hak atas tanah diamortisasi selama masa sewa.
Transaksi dengan pihak berelasi
Berdasarkan Peraturan Bapepam- LK No VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik, entitas berelasi dengan pemerintah merupakan entitas yang dikendalikan, dikendalikan bersama atau dipengaruhi oleh suatu pemerintahan. Pemerintah dalam hal ini adalah Menteri Keuangan atau Pemerintah Daerah yang merupakan pemegang saham dari entitas.
Berdasarkan IFRS, entitas berelasi dengan pemerintah adalah entitas yang dikendalikan, dikendalikan bersama atau dipengaruhi oleh suatu pemerintahan. Pemerintah dalam hal ini mengacu pada pemerintah, instansi pemerintah dan lembaga sejenis baik lokal, nasional maupun internasional.
Saling hapus aset keuangan dan liabilitas keuangan
Berdasarkan PSAK, aset keuangan dan liabilitas keuangandisalinghapuskan dan nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan ketika terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya niat untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara simultan. PSAK tidak mengatur keadaan-keadaan dimana hak saling hapus harus dapat dipaksakan secara hukum untuk memenuhi kriteria hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus.
Berdasarkan IFRS, aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan ketika entitas saat ini memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berintensi untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara simultan. Hak saling hapus tersebut harus dapat dipaksakan secara hukum dalam seluruh keadaan sebagai berikut:
(a) situasi bisnis yang normal, (b) peristiwa kegagalan dan (c) peristiwa kepailitan atau kebangkrutan dari entitas dan seluruh pihak lawan. Detail perbedaan signifikan antara SAK Indonesia dengan IFRS.
Manajemen telah mengkonfirmasikan kepada Komite Audit bahwa laporan keuangan konsolidasian tersebut: (i) merupakan tanggung jawab manajemen dan telah disajikan dengan penuh integritas serta objektif; dan (ii) telah disajikan sesuai dengan standar akuntansi keuangan di Indonesia dan IFRS.
Laporan keuangan yang kami sampaikan kepada OJK (dahulu Bapepam-LK) sesuai dengan SAK Indonesia, yang berbeda dalam beberapa aspek dengan IFRS, dan kami membagikan dividen berdasarkan laba tahun berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk serta laba per saham sebagaimana ketentuan dalam SAK Indonesia.
Sesuai peraturan OJK dan BEI, kami wajib menyampaikan laporan keuangan kepada OJK sesuai dengan SAK Indonesia. Kami telah menyampaikan Laporan Keuangan untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2014, kepada OJK tertanggal 6 Maret 2015, serta kepada SEC pada Form 6-K tertanggal 19 Maret 2015, yang memuat Laporan Keuangan Konsolidasian yang telah diaudit untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2014. Terdapat perbedaan dalam beberapa aspek yang signifikan antara SAK Indonesia dan IFRS, yang menyebabkan adanya perbedaan antara hasil-hasil keuangan yang dilaporkan berdsarkan SAK Indonesia dan IFRS, termasuk laba tahun berjalan yang dapat didistribusikan pada pemilik entitas Induk dan laba bersih per saham. Kami membagikan dividen berdasarkan laba tahun berjalan yang dapat diditribusikan pada pemilik entitas induk dan laba bersih per saham sebagaimana perhitungan dalam SAK Indonesia.
Sumber : Laporan tahunan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk
Tulisan ini untuk memenuhi tugas softskill mata kuliah Akuntansi Internasional
Dosen : Jessica Barus, SE., MMSI.
Nama : C.Desiana Sari
UNIVERSITAS GUNADARMA
Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dengan nama panggilan PT Telkom Indonesia Tbk (Persero) berdiri pada tanggal 19 November 1991 yang beralamat di Gedung Graha Merah Putih, Jl Japati No. 1, Bandung, Indonesia 40133. perusahaan ini bergerak dibidang usaha jasa dan jaringan komunikasi dengan kegiatan usaha perdagangan barang dan jasa. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk adalah perusahaan informasi dan komunikasi serta penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi secara lengkap di Indonesia. Telkom mengklain sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, dengan jumlah pelanggan telepon tetap sebanyak 15 juta dan pelanggan telepon seluler sebanyak 104 juta. Visi perusahaan yaitu “To become a leading, Telecommunication, Information, Media, Edutainment & Services (TIMES) Player in the Region” dan misi perusahaan yaitu “ To Provide TIME Services with Excellent Quality & Competitive Price, To be the Role Model as the Best Managed Indonesian Corporation”.
Sejarah singkat pada era kolonial tahun 1882, didirikan sebuah badan usaha swasta penyedia layanan pos dan telegraf. Layanan komunikasi kemudian dikonsolidasikan oleh Pemerinntah Hindia Belanda ke dalam jawatan Post Telegraaf Telefoon (PTT). Sebelumnya, pada tanggal 23 Oktober 1856, dimulai pengoperasian layanan jasa telegraf wlektromagnetik pertama yang mebghubungkan Jakarta (Batavia) dengan Bogor (Buitenzorg). Pada tahun 2009 momen tersebut hari lahir Telkom.
Saham Perseroan dicatatkan di NYSE, Bursa Efek Indonesia (Sebelumnya Bursa Efek Jakarta) dan Bursa Efek Surabaya (yang bergabung dengan Bursa Efek Jakarta pada tahun 2003) pada 14 November 1995.
Anak Perusahaan
Anak perusahaan pada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk ada sepuluh, yaitu :
PT Pramindo Ikat Nusantara (“Pramindo”) bergerak dibidang Jasa dan Pembangunan Telekomunikasi.
PT Multimedia Nusantara (“Metra”) bergerak dibidang Jasa Jaringan Telekomunikasi dan Multimedia.
PT Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia bergerak dibidang Pembangunan, jasa dan perdagangan bidang telekomunikasi.
PT Telkom Akses (“Tellkom Akses”) bergerak dibidang Pembangunan, jasa dan perdagangan bidang telekomunikasi.
PT Graha Sarana Duta (“GSD”) bergerak dibidang Penyewaan kantor dan manajemen gedung dan jasa pemeliharaan konsultan sipil, dan pengembangan.
PT Dayamitra Telekomunikasi (“Dayamitra”) bergerak dibidang Telekomunikasi.
PT Telekomunikasi Indonesia International (“TII”) bergerak dibidang Telekomunikasi.
PT Patra Komunikasi Indonesia (“Patrakom”) bergerak dibidang Telekomunikasi Jaringan Tetap.
PT Napsindo Primatel (“Napsindo”) bergerak dibidang Telekomunikasi menyediakan Network Access Point (NAP), Voice Over Data (VOD) dan jasa terkait lainnya.
PT Telekomunikasi Selular (“Telkomsel”) bergerak dibidang Telekomunikasi operator fasilitas dan jasa telepon seluler menggunakan teknologi Global System for Mobile Communication (“GSM”).
Jumlah saham beredar
Pada bulan Desember 2014 harga saham 2.865 dengan lembar saham 1.296.825.900 jumlah saham yang beredar 98.175.853.600.
Ukuran penerapan IFRS
Telkom menjunjung tinggi penerapan Good Corporate Governance (GCG), dan secara konsisten dilakukan peningkatan dari tahun ke tahun. Perkembangan signifikan dalam implementasi GCG Telkom adalah penguatan strukur tata kelola organisasi berkarakteristik holding, melalui penerapan mekanisme Board of Executive untuk Entitas anak. Kami juga menerapkan Enterprise Risk Management (ERM) secara menyeluruh, membuat pakta integritas dalam ruang lingkup grup, penguatan tata kelola IT, dan remediasi pengendalian internal untuk menjamin keandalan laporan keuangan. Terkait penyusunan laporan keuangan, sejak tahun 2010 kami telah mengadopsi standar International Financial Reporting Standards (IFRS). Telkom telah memenuhi kriteria ASEAN Corporate Governance Scorecard, yang menilai kualitas penerapan GCG pada perusahaan-perusahaan publik di enam negara ASEAN. Dapat dilihat berdasarkan pada :
Imbalan karyawan
Berdasarkan PSAK, keuntungan dan kerugian aktuarial diakui sebagai pendapatan atau beban apabila akumulasi keuntungan atau kerugian aktuarial bersih yang belum diakui pada akhir tahun pelaporan sebelumnya melebihi 10% dari nilai kini imbalan pasti. Keuntungan atau kerugian ini diakui dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan sisa masa kerja rata-rata karyawan. Perubahan kewajiban imbalan pasti yang disebabkan perubahan program menyangkut manfaat yang telah menjadi hak (vested) diakui di laporan laba rugi sementara perubahan yang menyangkut manfaat yang belum menjadi hak (unvested) akan ditangguhkan selama periode sampai dengan manfaat menjadi vested. Pendapatan bunga atas aset program ditentukan menggunakan taksiran tingkat pengembalian jangka panjang aset program. PSAK tidak mengatur tentang bagian biaya administrasi yang termasuk dalam pengembalian aset program.
Berdasarkan IFRS, pengukuran kembali yang terdiri dari keuntungan atau kerugian aktuaria, termasuk perbedaan antara pengembalian aktual aset program (bersih setelah pajak dan biaya administrasi) dengan pengembalian yang dihitung menggunakan tingkat diskonto, dan perubahan pada batasan atas aset, diakui secara langsung ke pendapatan komprehensif lainnya. Seluruh perubahan dalam kewajiban imbalan pasti yang disebabkan perubahan program diakui di laporan laba rugi. Bunga bersih dari liabilitas atau aset imbalan pasti terdiri dari beban bunga atas kewajiban imbalan pasti dan pendapatan bunga atas aset program yang diukur dengan menggunakan tingkat diskonto di awal periode. Hanya biaya administrasi yang terkait langsung dengan manajemen aset program yang dimasukkan sebagai bagian dari pengembalian aset program.
Hak atas tanah
Berdasarkan PSAK, hak atas tanah dicatat sebagai bagian dari aset tetap dan tidak diamortisasi kecuali terdapat bukti yang mengindikasikan bahwa perpanjangan atau pembaruan hak atas tanah kemungkinan besar atau pasti tidak diperoleh. Biaya pengurusan perpanjangan atau pembaruan legal hak atas tanah diakui sebagai aset takberwujud dan diamortisasi sepanjang umur hukum hak atau umur ekonomis tanah, mana yang lebih pendek.
Berdasarkan IFRS, hak atas tanah dicatat sebagai sewa pembiayaan dan disajikan sebagai bagiandari aset tetap. Hak atas tanah diamortisasi selama masa sewa.
Transaksi dengan pihak berelasi
Berdasarkan Peraturan Bapepam- LK No VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik, entitas berelasi dengan pemerintah merupakan entitas yang dikendalikan, dikendalikan bersama atau dipengaruhi oleh suatu pemerintahan. Pemerintah dalam hal ini adalah Menteri Keuangan atau Pemerintah Daerah yang merupakan pemegang saham dari entitas.
Berdasarkan IFRS, entitas berelasi dengan pemerintah adalah entitas yang dikendalikan, dikendalikan bersama atau dipengaruhi oleh suatu pemerintahan. Pemerintah dalam hal ini mengacu pada pemerintah, instansi pemerintah dan lembaga sejenis baik lokal, nasional maupun internasional.
Saling hapus aset keuangan dan liabilitas keuangan
Berdasarkan PSAK, aset keuangan dan liabilitas keuangandisalinghapuskan dan nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan ketika terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya niat untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara simultan. PSAK tidak mengatur keadaan-keadaan dimana hak saling hapus harus dapat dipaksakan secara hukum untuk memenuhi kriteria hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus.
Berdasarkan IFRS, aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan ketika entitas saat ini memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berintensi untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara simultan. Hak saling hapus tersebut harus dapat dipaksakan secara hukum dalam seluruh keadaan sebagai berikut:
(a) situasi bisnis yang normal, (b) peristiwa kegagalan dan (c) peristiwa kepailitan atau kebangkrutan dari entitas dan seluruh pihak lawan. Detail perbedaan signifikan antara SAK Indonesia dengan IFRS.
Manajemen telah mengkonfirmasikan kepada Komite Audit bahwa laporan keuangan konsolidasian tersebut: (i) merupakan tanggung jawab manajemen dan telah disajikan dengan penuh integritas serta objektif; dan (ii) telah disajikan sesuai dengan standar akuntansi keuangan di Indonesia dan IFRS.
Laporan keuangan yang kami sampaikan kepada OJK (dahulu Bapepam-LK) sesuai dengan SAK Indonesia, yang berbeda dalam beberapa aspek dengan IFRS, dan kami membagikan dividen berdasarkan laba tahun berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk serta laba per saham sebagaimana ketentuan dalam SAK Indonesia.
Sesuai peraturan OJK dan BEI, kami wajib menyampaikan laporan keuangan kepada OJK sesuai dengan SAK Indonesia. Kami telah menyampaikan Laporan Keuangan untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2014, kepada OJK tertanggal 6 Maret 2015, serta kepada SEC pada Form 6-K tertanggal 19 Maret 2015, yang memuat Laporan Keuangan Konsolidasian yang telah diaudit untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2014. Terdapat perbedaan dalam beberapa aspek yang signifikan antara SAK Indonesia dan IFRS, yang menyebabkan adanya perbedaan antara hasil-hasil keuangan yang dilaporkan berdsarkan SAK Indonesia dan IFRS, termasuk laba tahun berjalan yang dapat didistribusikan pada pemilik entitas Induk dan laba bersih per saham. Kami membagikan dividen berdasarkan laba tahun berjalan yang dapat diditribusikan pada pemilik entitas induk dan laba bersih per saham sebagaimana perhitungan dalam SAK Indonesia.
Sumber : Laporan tahunan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk
Tulisan ini untuk memenuhi tugas softskill mata kuliah Akuntansi Internasional
Dosen : Jessica Barus, SE., MMSI.
Nama : C.Desiana Sari
UNIVERSITAS GUNADARMA
Langganan:
Postingan (Atom)