Minggu, 26 Juni 2016

Analisis Jurnal 1



Topik/Tema                                          : Hutang dan Kepemilikan Manajerial Terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Manufaktur.
Judul                                                     : Pengaruh Hutang dan Kepemilikan Manajerial Terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Manufaktur.
Nama Penulis/ Peneliti                         : Tedi Rustendi dan Farid Jimmi
Latar Belakang                                    : Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah utang dengan kepemilikan menejerial berpengaruh terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta baik secara individu maupun kelompok. Dalam penelitian ini data yang dikumpulkan dengan menggunakan metode survey . Teknik analisis data adalah analisis regresi berganda, analisis koefisien korelasi dengan analisis determinasi.
Metode Penelitian yang Digunakan   :
Untuk menganalisis data yang diperoleh dalam rangka pengujian hipotesis, data tersebut diolah terlebih dahulu kemudian dianalisa dengan menggunakan metode statistik parametrik untuk menguji hipotesis yang diajukan. Hipotesis dalam penelitian ini akan dianalisis secara kuantitatif untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh hutang dan kepemilikan manajerial terhadap nilai perusahaan.
Penulis akan melakukan pengolahan data dengan menggunakan alat analisis sebagai berikut :
1. Persamaan Regresi
Y = a + b1X1 + b2X2 + ε (Sugiyono, 2004 : 251)
2. Analisis Koefisien Korelasi
1. Secara Simultan

2. Secara Parsial

Korelasi antara X1 dengan Y bila X2 tetap

(Sugiyono, 2005 : 193)

Tabel 3.3
Pedoman Untuk Memberikan Interpretasi
Terhadap Koefisien Korelasi Interval Koefisien
Tingkat Hubungan
0.00-0.19
0,20-0,39
0,40-0,59
0,60-0,79
0,80-1,00
Sangat Rendah
Rendah
Sedang
Kuat
Sangat Kuat

3. Koefisien Determinasi
(Sugiyono, 2004 : 215)
Pengujian hipotesis akan dimulai dengan penetapan hipotesis operasional, penetapan tingkat signifikasi, kaidah keputusan dan penarikan kesimpulan.adapun tahap tersebut terdiri dari :
1.      Penetapan Hipotesis Operasional
Dengan hipotesis sebagai berikut: Secara simultan
: ρ ≤ 0          : Tidak terdapat pengaruh positif hutang dan kepemilikan manajerial terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Jakarta.
ρ > 0          : Terdapat pengaruh positif hutang dan kepemilikan manajerial terhadap nilai perusahaan manufaktur di Bursa Efek Jakarta.
Secara parsial
Ho2: ρ ≤ 0         : Tidak terdapat pengaruh positif hutang terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Jakarta.
Ha2: ρ > 0         : Terdapat pengaruh positif hutang terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Jakrta.
Ho3: ρ ≤ 0         : Tidak terdapat pengaruh positif kepemilikan manajerial terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Jakarta.
Ha3: ρ > 0         : Terdapat pengaruh positif kepemilikan manajerial terhadap nilai perusahaan p Efek Jakarta.ada perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Jakarta.

2.      Penetapan Tingkat Signifikansi Taraf signifikan ( ) ditetapkan sebesar 5 %, ini berarti kemungkinan kebenaran hasil penarikan kesimpulan mempunyai probabilitas 95 % atau toleransi kemelesetan adalah 5 %. Taraf signifikan ini adalah tingkat yang umum digunakan dalam penelitian sosial karena dianggap cukup ketat untuk mewakili hubungan antara variabel-variabel yang diteliti.

3.      Uji Signifikansi
Untuk menguji signifikansi dilakukan dua pengujian yaitu :
a.       Secara parsial menggunakan uji t


                            (Sugiyono, 2005: 194)
b.      Secara simultan menggunakan uji F
(Sugiyono, 2004 : 264)
4.      Kaidah Keputusan
Kaidah keputusan yang digunakan adalah :
a.       Tolak Ho jika t hitung > t tabel dan diterima Ho jika t hitung ≤ t tabel
b.      Tolak Ho jika F hitung > F tabel dan diterima Ho jika F hitung ≤ F table
5.      Penarikan Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian diatas, penulis akan melakukan analisis secara kuantitatif. Dari hasil analisis tersebut akan ditarik suatu kesimpulan, apakah hipotesis yang telah ditetapkan itu diterima atau ditolak.
Hasil Penelitian :
Hutang Pada Perusahaan Manufaktur Yang Tercatat di Bursa Efek Jakarta. Hutang merupakan salah satu variabel independent atau variabel bebas yang diteliti dalam penelitian ini. Hutang merupakan kewajiban keuangan perusahaan kepada pihak lain yang belum terpenuhi. Hutang atau kewajiban perusahaan dapat dibedakan kedalam hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang.

Tabel 4.1
Hutang Pada Perusahaan Manufaktur
Tahun 2005
(Dalam Jutaan Rupiah)
NO
Nama Perusahaan
Kode
Hutang Jangka Pendek
(Rp)
Hutang Jangka Panjang
(Rp)
Total Hutang
(Rp)
1
PT. Branta Mulia Tbk
BRAM
354.796
417.735
772.531
2
PT. Nipress Tbk
NIPS
72.842
38.263
111.105
3
PT. Siantar Top Tbk
STTP
79.438
38.784
118.222
4
PT Lionmesh Prima Tbk.
LMSH
18.284
4.249
22.533
5
PT Prima Alloy Steel Tbk
PRAS
316.563
270.012
586.575
6
PT SunsonTextile Manufacture Tbk
SSTM
469.048
158.657
627.705
7
PT Voksel Elektrik Tbk
VOKS
275.165
388.670
663.835
8
PT Intanwijaya Internasional Tbk
INCI
16.639
1.168
17.807
9
PT Intikeramik Alamasri Indrustri Tbk
IKAI
319.849
322.057
641.906
10
PT Betonjaya Manunggal Tbk
BTON
4.583
702
5.285
Sumber: JSX Watch Dan Capital Market Directory

Kepemilikan Manajemen pada Perusahaan Manufaktur yang Tercatat di Bursa Efek Jakarta
Untuk perhitungan kepemilikan manajerial, penulis menggunakan rasio antara jumlah saham yang dimiliki manajer atau direksi terhadap total saham yang beredar. Data mengenai rasio kepemilikan saham oleh manajer atau direksi ini diperoleh dari Indonesian capital market directory dan dari catatan atas laporan keuangan. Untuk lebih jelasnya, data mengenai kepemilikan manajerial disajikan pada tabel berikut ini

Tabel 4.2
Rasio Kepemilikan Manajerial Pada Perusahaan Manufaktur
Tahun 2005
NO
Nama Perusahaan
Kode
Kepemilikan manajerial
(lembar)
Kepemilikan
Manajerial (%)\
1
PT. Branta Mulia Tbk
BRAM
77.875.000
17.31
2
PT. Nipress Tbk
NIPS
2.280.000
11.40
3
PT. Siantar Top Tbk
STTP
82.250.000
6.28
4
PT Lionmesh Prima Tbk.
LMSH
2.456.500
25.00
5
PT Prima Alloy Steel Tbk
PRAS
34.745.900
5.91
6
PT SunsonTextile Manufacture Tbk
SSTM
62.000.000
7.00
7
PT Voksel Elektrik Tbk
VOKS
8.542.530
6.78
8
PT Intanwijaya Internasional Tbk
INCI
32.425.483
17.91
9
PT Intikeramik Alamasri Indrustri Tbk
IKAI
24.000.000
5.00
10
PT Betonjaya Manunggal Tbk
BTON
17.250.000
9.58

Nilai Perusahaan pada Perusahaan manufaktur yang Tercatat di Bursa Efek Jakarta
Nilai perusahaan merupakan harga yang bersedia dibayar oleh calon pembeli apabila perusahaan tersebut dijual. Smakin tinggi nilai perusahaan semakin besar kemakmuran yang akan diterima oleh pemilik perusahaan. bagi perusahaan yang menerbitkan saham dipasar modal harga saham yang diperjualbelikan dibursa menunjukan indikator nilai perusahaan
Harga saham yang digunakan oleh penulis adalah harga saham sebelum dan sesudah publikasi laporan keuangan. Harga saham penutupan yang diperoleh setelah adanya publikasi laporan keuangan perusahaan yang bersangkutan dikurangi dengan harga sebelum publikasi laporan keuangan dibagi dengan harga saham sebelum publikasi laporan keuangan perusahaan yang bersangkutan atau disebut dengan proporsi. Proporsi ini menunjukan perubahan harga saham dikarenakan adanya publikasi laporan keuangan. Tujuannya untuk melihat pengaruh yang ditimbulkan setelah dan sebelum adanya publikasi laporan keuangan terhadap harga saham.
Berikut penulis sajikan tabel harga saham perusahaan manufaktur setelah dilakukan perhitungan antara harga saham sebelum dan sesudah publikasi laporan keuangan masing-masing perusahaan sebagai berikut.

Tabel 4.3
Nilai perusahaan (Harga saham) pada Perusahaan Manufaktur
Periode 2006
NO
Nama Perusahaan
Kode
Harga sebelum Publikasi
(Rp)
Harga setelah Publikasi
(Rp)
Proporsi Perubahan
(%)
1
PT. Branta Mulia Tbk
BRAM
1196.67
1373.67
14.79
2
PT. Nipress Tbk
NIPS
1200.00
1400.00
16.67
3
PT. Siantar Top Tbk
STTP
141.67
162.67
14.82
4
PT Lionmesh Prima Tbk.
LMSH
1900.00
1957.00
3.00
5
PT Prima Alloy Steel Tbk
PRAS
123.67
133.67
8.09
6
PT SunsonTextile Manufacture Tbk
SSTM
245.00
299.00
22.04
7
PT Voksel Elektrik Tbk
VOKS
283.00
352.00
24.38
8
PT Intanwijaya Internasional Tbk
INCI
356.33
360.00
1.03
9
PT Intikeramik Alamasri Indrustri Tbk
IKAI
87.33
96.33
10.31
10
PT Betonjaya Manunggal Tbk
BTON
175.00
175.00
0.00

Kesimpulan :
1.      Secara simultan hutang dan kepemilikan manajerial berpengaruh positif Terhadap nilai perusahaan, sebesar 60.1 % nilai perusahaan dipengaruhi oleh hutang dan kepemilikan manajerial, sedangkan 39.9 % merupakan pengaruh faktor lain yang tidak masuk dalam penelitian ini. Faktor lain yang tidak diteliti diantaranya yaitu: profitabilitas, ukuran perusahaan dan kebijakan hutang.
2.      Secara parsial hutang berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan , yaitu sebesar 48.9 %. Hal tersebut menunjukan bahwa peningkatan hutang akan meningkatkan nilai perusahaan. Sedangkan 51.1 % dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti diantaranya yaitu: profitabilitas, ukuran perusahaan dan kebijakan hutang
3.      secara parsial kepemilikan manajerial tidak mempunyai pengaruh positif terhadap nilai perusahaan yaitu sebesar 3.3 %. Hal tersebut menunjukan apabila ada kenaikan kepemilikan maka akan menurunkan nilai perusahaan. Sedangkan 96.7 % dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti diantaranya yaitu: profitabilitas, ukuran perusahaan dan kebijakan hutang.
Tulisan ini untuk memenuhi tugas softskill Mata Kuliah Akuntansi Internasional

Nama   :C.D.Sari
Dosen  : J.Barus, SE.,MMSI
UNIVERSITAS GUNADARMA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar