Topik/Tema :
Hutang dan Kepemilikan Manajerial Terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Manufaktur.
Judul :
Pengaruh Hutang dan
Kepemilikan Manajerial Terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Manufaktur.
Nama
Penulis/ Peneliti : Tedi
Rustendi dan Farid Jimmi
Latar
Belakang :
Tujuan dari
penelitian ini untuk mengetahui apakah utang dengan kepemilikan menejerial
berpengaruh terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar
di Bursa Efek Jakarta baik secara individu maupun kelompok. Dalam penelitian
ini data yang dikumpulkan dengan menggunakan metode survey . Teknik analisis
data adalah analisis regresi berganda, analisis koefisien korelasi dengan analisis
determinasi.
Metode Penelitian
yang Digunakan :
Untuk menganalisis
data yang diperoleh dalam rangka pengujian hipotesis, data tersebut diolah
terlebih dahulu kemudian dianalisa dengan menggunakan metode statistik
parametrik untuk menguji hipotesis yang diajukan. Hipotesis dalam penelitian
ini akan dianalisis secara kuantitatif untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh
hutang dan kepemilikan manajerial terhadap nilai perusahaan.
Penulis akan
melakukan pengolahan data dengan menggunakan alat analisis sebagai berikut :
1. Persamaan Regresi
Y = a + b1X1 + b2X2 + ε (Sugiyono, 2004 :
251)
2. Analisis Koefisien
Korelasi
1. Secara Simultan
2. Secara Parsial
Korelasi antara X1 dengan Y bila X2 tetap
(Sugiyono, 2005 : 193)
Tabel 3.3
Pedoman Untuk
Memberikan Interpretasi
Terhadap
Koefisien Korelasi Interval Koefisien
|
Tingkat
Hubungan
|
0.00-0.19
0,20-0,39
0,40-0,59
0,60-0,79
0,80-1,00
|
Sangat
Rendah
Rendah
Sedang
Kuat
Sangat
Kuat
|
3. Koefisien Determinasi
(Sugiyono, 2004 : 215)
Pengujian hipotesis akan dimulai dengan penetapan hipotesis
operasional, penetapan tingkat signifikasi, kaidah keputusan dan penarikan
kesimpulan.adapun tahap tersebut terdiri dari :
1.
Penetapan Hipotesis Operasional
Dengan hipotesis sebagai berikut: Secara simultan
: ρ ≤ 0 : Tidak
terdapat pengaruh positif hutang dan kepemilikan manajerial terhadap nilai perusahaan
pada perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Jakarta.
ρ > 0 : Terdapat
pengaruh positif hutang dan kepemilikan manajerial terhadap nilai perusahaan
manufaktur di Bursa Efek Jakarta.
Secara parsial
Ho2: ρ ≤ 0 : Tidak
terdapat pengaruh positif hutang terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur
yang tercatat di Bursa Efek Jakarta.
Ha2: ρ > 0 : Terdapat
pengaruh positif hutang terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur
yang tercatat di Bursa Efek Jakrta.
Ho3: ρ ≤ 0 : Tidak
terdapat pengaruh positif kepemilikan manajerial terhadap nilai perusahaan pada
perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Jakarta.
Ha3: ρ > 0 : Terdapat
pengaruh positif kepemilikan manajerial terhadap nilai perusahaan p Efek
Jakarta.ada perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Jakarta.
2.
Penetapan Tingkat Signifikansi Taraf signifikan (
) ditetapkan sebesar 5 %, ini berarti kemungkinan kebenaran hasil
penarikan kesimpulan mempunyai probabilitas 95 % atau toleransi kemelesetan
adalah 5 %. Taraf signifikan ini adalah tingkat yang umum digunakan dalam
penelitian sosial karena dianggap cukup ketat untuk mewakili hubungan antara
variabel-variabel yang diteliti.
3.
Uji Signifikansi
Untuk menguji signifikansi dilakukan dua pengujian yaitu :
a.
Secara parsial menggunakan uji t
(Sugiyono, 2005: 194)
b. Secara simultan menggunakan uji F
(Sugiyono,
2004 : 264)
4.
Kaidah
Keputusan
Kaidah
keputusan yang digunakan adalah :
a.
Tolak
Ho jika t hitung
> t tabel dan diterima Ho jika t hitung ≤ t tabel
b.
Tolak
Ho jika F hitung
> F tabel dan diterima Ho jika F hitung ≤ F table
5.
Penarikan
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan
pengujian diatas, penulis akan melakukan analisis secara kuantitatif. Dari
hasil analisis tersebut akan ditarik suatu kesimpulan, apakah hipotesis yang
telah ditetapkan itu diterima atau ditolak.
Hasil Penelitian :
Hutang Pada Perusahaan Manufaktur
Yang Tercatat di Bursa Efek Jakarta. Hutang merupakan salah satu variabel
independent atau variabel bebas yang diteliti dalam penelitian ini. Hutang
merupakan kewajiban keuangan perusahaan kepada pihak lain yang belum terpenuhi.
Hutang atau kewajiban perusahaan dapat dibedakan kedalam hutang jangka pendek
dan hutang jangka panjang.
Tabel 4.1
Hutang Pada
Perusahaan Manufaktur
Tahun 2005
(Dalam Jutaan Rupiah)
NO
|
Nama Perusahaan
|
Kode
|
Hutang Jangka
Pendek
(Rp)
|
Hutang Jangka
Panjang
(Rp)
|
Total Hutang
(Rp)
|
1
|
PT. Branta Mulia Tbk
|
BRAM
|
354.796
|
417.735
|
772.531
|
2
|
PT. Nipress Tbk
|
NIPS
|
72.842
|
38.263
|
111.105
|
3
|
PT. Siantar Top Tbk
|
STTP
|
79.438
|
38.784
|
118.222
|
4
|
PT Lionmesh Prima Tbk.
|
LMSH
|
18.284
|
4.249
|
22.533
|
5
|
PT Prima Alloy Steel Tbk
|
PRAS
|
316.563
|
270.012
|
586.575
|
6
|
PT SunsonTextile Manufacture Tbk
|
SSTM
|
469.048
|
158.657
|
627.705
|
7
|
PT Voksel Elektrik Tbk
|
VOKS
|
275.165
|
388.670
|
663.835
|
8
|
PT Intanwijaya Internasional Tbk
|
INCI
|
16.639
|
1.168
|
17.807
|
9
|
PT Intikeramik Alamasri Indrustri Tbk
|
IKAI
|
319.849
|
322.057
|
641.906
|
10
|
PT Betonjaya Manunggal Tbk
|
BTON
|
4.583
|
702
|
5.285
|
Sumber: JSX Watch Dan Capital Market Directory
Kepemilikan Manajemen
pada Perusahaan Manufaktur yang Tercatat di Bursa Efek Jakarta
Untuk perhitungan kepemilikan manajerial, penulis menggunakan
rasio antara jumlah saham yang dimiliki manajer atau direksi terhadap total
saham yang beredar. Data mengenai rasio kepemilikan saham oleh manajer atau
direksi ini diperoleh dari Indonesian capital market directory dan dari
catatan atas laporan keuangan. Untuk lebih jelasnya, data mengenai kepemilikan
manajerial disajikan pada tabel berikut ini
Tabel
4.2
Rasio
Kepemilikan Manajerial Pada Perusahaan Manufaktur
Tahun 2005
NO
|
Nama Perusahaan
|
Kode
|
Kepemilikan
manajerial
(lembar)
|
Kepemilikan
Manajerial (%)\
|
1
|
PT. Branta Mulia Tbk
|
BRAM
|
77.875.000
|
17.31
|
2
|
PT. Nipress Tbk
|
NIPS
|
2.280.000
|
11.40
|
3
|
PT. Siantar Top Tbk
|
STTP
|
82.250.000
|
6.28
|
4
|
PT Lionmesh Prima Tbk.
|
LMSH
|
2.456.500
|
25.00
|
5
|
PT Prima Alloy Steel Tbk
|
PRAS
|
34.745.900
|
5.91
|
6
|
PT SunsonTextile Manufacture Tbk
|
SSTM
|
62.000.000
|
7.00
|
7
|
PT Voksel Elektrik Tbk
|
VOKS
|
8.542.530
|
6.78
|
8
|
PT Intanwijaya Internasional Tbk
|
INCI
|
32.425.483
|
17.91
|
9
|
PT Intikeramik Alamasri Indrustri Tbk
|
IKAI
|
24.000.000
|
5.00
|
10
|
PT Betonjaya Manunggal Tbk
|
BTON
|
17.250.000
|
9.58
|
Nilai Perusahaan pada
Perusahaan manufaktur yang Tercatat di Bursa Efek Jakarta
Nilai perusahaan merupakan harga yang bersedia dibayar oleh calon
pembeli apabila perusahaan tersebut dijual. Smakin tinggi nilai perusahaan
semakin besar kemakmuran yang akan diterima oleh pemilik perusahaan. bagi
perusahaan yang menerbitkan saham dipasar modal harga saham yang
diperjualbelikan dibursa menunjukan indikator nilai perusahaan
Harga saham yang digunakan oleh penulis adalah harga saham sebelum
dan sesudah publikasi laporan keuangan. Harga saham penutupan yang diperoleh
setelah adanya publikasi laporan keuangan perusahaan yang bersangkutan
dikurangi dengan harga sebelum publikasi laporan keuangan dibagi dengan harga
saham sebelum publikasi laporan keuangan perusahaan yang bersangkutan atau
disebut dengan proporsi. Proporsi ini menunjukan perubahan harga saham
dikarenakan adanya publikasi laporan keuangan. Tujuannya untuk melihat pengaruh
yang ditimbulkan setelah dan sebelum adanya publikasi laporan keuangan terhadap
harga saham.
Berikut penulis sajikan tabel harga
saham perusahaan manufaktur setelah dilakukan perhitungan antara harga saham
sebelum dan sesudah publikasi laporan keuangan masing-masing perusahaan sebagai
berikut.
Tabel 4.3
Nilai perusahaan (Harga saham)
pada Perusahaan Manufaktur
Periode 2006
NO
|
Nama Perusahaan
|
Kode
|
Harga sebelum
Publikasi
(Rp)
|
Harga setelah
Publikasi
(Rp)
|
Proporsi Perubahan
(%)
|
1
|
PT. Branta Mulia Tbk
|
BRAM
|
1196.67
|
1373.67
|
14.79
|
2
|
PT. Nipress Tbk
|
NIPS
|
1200.00
|
1400.00
|
16.67
|
3
|
PT. Siantar Top Tbk
|
STTP
|
141.67
|
162.67
|
14.82
|
4
|
PT Lionmesh Prima Tbk.
|
LMSH
|
1900.00
|
1957.00
|
3.00
|
5
|
PT Prima Alloy Steel Tbk
|
PRAS
|
123.67
|
133.67
|
8.09
|
6
|
PT SunsonTextile Manufacture Tbk
|
SSTM
|
245.00
|
299.00
|
22.04
|
7
|
PT Voksel Elektrik Tbk
|
VOKS
|
283.00
|
352.00
|
24.38
|
8
|
PT Intanwijaya Internasional Tbk
|
INCI
|
356.33
|
360.00
|
1.03
|
9
|
PT Intikeramik Alamasri Indrustri Tbk
|
IKAI
|
87.33
|
96.33
|
10.31
|
10
|
PT Betonjaya Manunggal Tbk
|
BTON
|
175.00
|
175.00
|
0.00
|
Kesimpulan :
1.
Secara simultan hutang dan
kepemilikan manajerial berpengaruh positif Terhadap nilai perusahaan, sebesar
60.1 % nilai perusahaan dipengaruhi oleh hutang dan kepemilikan manajerial,
sedangkan 39.9 % merupakan pengaruh faktor lain yang tidak masuk dalam penelitian
ini. Faktor lain yang tidak diteliti diantaranya yaitu: profitabilitas, ukuran
perusahaan dan kebijakan hutang.
2.
Secara parsial hutang
berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan , yaitu sebesar 48.9 %. Hal
tersebut menunjukan bahwa peningkatan hutang akan meningkatkan nilai
perusahaan. Sedangkan 51.1 % dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti
diantaranya yaitu: profitabilitas, ukuran perusahaan dan kebijakan hutang
3.
secara parsial kepemilikan
manajerial tidak mempunyai pengaruh positif terhadap nilai perusahaan yaitu
sebesar 3.3 %. Hal tersebut menunjukan apabila ada kenaikan kepemilikan maka
akan menurunkan nilai perusahaan. Sedangkan 96.7 % dipengaruhi oleh faktor lain
yang tidak diteliti diantaranya yaitu: profitabilitas, ukuran perusahaan dan
kebijakan hutang.
Tulisan
ini untuk memenuhi tugas softskill Mata Kuliah Akuntansi Internasional
Nama :C.D.Sari
Dosen : J.Barus, SE.,MMSI
UNIVERSITAS
GUNADARMA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar