Minggu, 26 Juni 2016

Analisis Jurnal 2



Topik/Tema                            : Penerapaan Good Governance dan Standar Akutansi Pemerintahan Terhadap Informasi Keuangan SKPD di Banda Aceh
Judul                            : Pengaruh Penerapaan Good Governance dan Standar Akutansi Pemerintahan Terhadap Informasi Keuangan SKPD di Banda Aceh
Nama Penulis/Peneliti            : Azlim, Darwanis, Usman Abu Bakar
Latar Belakang                      : Tujuan penelitian ini untuk menguji pengaruh penerapan good governance dan Standar Akuntansi Pemerintahan terhadap kualitas informasi keuangan SKPD di Kota Banda Aceh. Populasi dalam penelitian ini yaitu 26 SKPD di Kota Banda Aceh dan tiap SKPD diwakili oleh 3 orang yaitu Kepala SKPD, Pejabat Penatausahaan Keuangan Daerah (PPK) serta staf pelaporan keuangan sebagai responden. Penelitian ini merupakan penelitian sensus, dan pengumpulan data dilakukan secara langsung dengan menggunakan kuesioner yang berisikan 28 pernyataan. Sedangkan alat analisis yang digunakan adalah regresi berganda dengan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel penerapan good governance dan Standar Akuntansi Pemerintahan secara simultan berpengaruh terhadap kualitas informasi keuangan SKPD di Kota Banda Aceh. Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa penerapan good governance dan Standar Akuntansi Pemerintahan berpengaruh terhadap kualitas informasi keuangan SKPD di Kota Banda Aceh.
Metode Penelitian Yang Digunakan     :
Populasi Penelitian
            Populasi penelitian ini adalah seluruh institusi/lembaga yang meliputi kantor, dinas dan badan pada Pemerintah Kota Banda Aceh. Kecamatan tidak diikutsertakan dalam pengambilan populasi dengan asumsi bahwa tidak termasuk sebagai instansi teknis Pemerintah Daerah. Dengan demikian terdiri dari 26 SKPD dan untuk masing-masing SKPD akan dijadikan responden sebanyak 3 orang yaitu kepala SKPD, Pengguna Anggaran (PA), dan Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK). Populasi penelitian dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Data Responden Penelitian
No
Nama SKPD/ Entitas Akuntansi
N
1
Sekretariat Daerah
3
2
Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Kota
3
3
Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga
3
4
Dinas Kesehatan
3
5
Dinas Pekerjaan Umum
3
6
Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika
3
7
Dinas Sosial dan Tenaga Kerja
3
8
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
3
9
Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah
3
10
Dinas Kelautan, Perikanan dan Pertanian
3
11
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
3
12
Dinas Kebersihan dan Keindahan Kota
3
13
Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah
3
14
Dinas Syariat Islam
3
15
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
3
16
Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah
3
17
Badan Pemberdayaan Masyarakat
3
18
Badan Kesatuan Bangsa Politik, Perlindungan Masyarakat dan Penanggulangan Bencana
3
19
Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu
3
20
Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana
3
21
Kantor Perpustakaan dan Arsip
3
22
Kantor Pemadam Kebakaran
3
23
Kantor Lingkungan Hidup
3
24
Kantor Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah
3
25
Inspektorat
3
26
Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa
3
Jumlah
78
Keterangan : N = Jumlah Responden
Sumber: Qanun Nomor 2 Tahun 2008 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja 3 Perangkat Daerah Kota Banda Aceh.
            Dalam penelitian ini data dianalisis dengan menggunakan metode kuantitatif, dimana kuesioner yang telah terkumpul diolah dalam bentuk tabulasi dengan memberikan bobot jawaban pada masing-masing pernyataan. Dari tabulasi data tersebut dihasilkan keluaran-keluaran berupa angka yang selanjutnya dianalisis melalui program SPSS (Statistical Package for Social Science). Setelah kuesioner terkumpul untuk melakukan analisis data perlu dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas. Kedua pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah alat ukur yang digunakan sesuai dengan yang diukur dan juga konsistensi dengan data yang dikumpulkan.
a.       Uji validitas, dilakukan untuk mengetahui apakah alat ukur yang telah disusun benar-benar mengukur apa yang perlu diukur. Koefisien validitas menggambarkan tingkat kemampuan instrumen untuk mengungkap data atau informasi dari variabel yang diukur. Teknik pengujian validitas menggunakan teknik korelasi product moment dari pearson dengan tingkat signifikansi 5% untuk mengetahui keeratan pengaruh antara variabel bebas dengan variabel terikat dengan cara mengkorelasikan antara skor item pernyataan terhadap skor total. Apabila nilai total pearson correlation > 0,3, atau probabilitas kurang dari 0,05 maka item tersebut valid (Arikunto, 2002 : 146 ).
b.      Uji reliabilitas, bertujuan untuk apakah alat ukur yang digunakan menunjukan tingkat ketepatan, keakuratan, kestabilan atau konsistensi dalam mengungkapkan gejala tertentu dari sekelompok individu, walaupun dilakukan pada waktu yang berbeda. Uji ini dilakukan pada pernyataan-pernyataan yang sudah valid. Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan Cronbach alpha masing-masing instrumen. Variabel tersebut akan dikatakan reliabel bila Cronbach alpha-nya memiliki nilai lebih besar dari 0,60 Sekaran (2003: 257) yang menyatakan bahwa pada umumnya reliabilitas yang nilai r-nya kurang dari 0,6 dikatakan kurang reliabel, antara 0,6 sampai 0,8 adalah cukup reliabel, dan diatas 0,8 suatu instrumen dikatakan baik.
Hasil Penelitian :
Lingkup Pengembalian Kuesioner
            Data dalam penelitian ini merupakan data primer yang diberikan langsung kepada responden dalam bentuk kuesioner. Jumlah kuesioner yang disebarkan sebanyak 78 kuesioner dan masing-masing SKPD terdiri dari 3 orang yang akan menerima dan menjawab kuesioner. Namun jumlah yang diterima kembali sebanyak 74 kuesioner. Hal ini disebabkan ada beberapa responden yang tidak berada ditempat semenjak diberikannya kuesioner hingga pengambilan kembali kuesioner selama 1 minggu. Kemudian juga terdapat beberapa kuesioner yang rusak. Berdasarkan hal tersebut, jumlah kuesioner yang terkumpul dan dapat diolah sebanyak 74 kuesioner.
            menjelaskan hasil perhitungan dan analisis serta pembahasannya secara keseluruhan guna menjawab rumusan hipotesis penelitian yang telah diutarakan sebelumnya dan ketentuan data yang harus dipenuhi untuk keperluan analisis. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari pengumpulan data primer dengan menggunakan kuesioner yang disampaikan langsung kepada responden yaitu Kepala Dinas, PPK, dan staf pelaporan keuangan. Setelah kuesioner terkumpul selanjutnya dianalisis dengan menggunakan program SPSS.
Karakteristik Responden
Karakteristik responden berdasarkan kuesioner yang diperoleh dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Data Karakteristik Responden
Karakteristik
Responden
Jumlah (N)
Jenis Kelamin
Laki-laki
Perempuan
46
28
74
Usia
26-30tahun
31-35 tahun
36-40 tahun
- >40 tahun

19
21
12
22
74
Pendidikan
SLTA
D3
S1
S2
S3
-
13
46
15
-
74
Disiplin Ilmu
Akuntansi Lainnya
- EKP
- Manajemen
- Tekhnik

45
10
13
6
74

Hasil Uji Validitas
Berdasarkan output komputer dari 28 pernyataan dinyatakan valid karena nilai korelasi yang diperoleh masing-masing pernyataan untuk 28 item berada di atas nilai kritis korelasi product moment. Dari hasil yang diperoleh nilai kritis 5% (untuk N=74) yaitu 0,227. Jika nilai korelasi > nilai kritis maka pernyataan-pernyataan tersebut adalah signifikan dan pernyataan-pernyataan tersebut adalah valid.
Hasil Uji Reliabilitas
Pengujian reliabilitas juga dilakukan secara statistik dengan menghitung besarnya nilai Cronbach’s alpha. Hasil seperti yang terlihat pada tabel 4.6 yang menunjukkan bahwa instrumen dalam penelitian ini realible (handal) karena nilai Cronbach’s alpha lebih besar dari 0,60.
Hasil Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis dilakukan untuk menguji serta menganalisis rumusan hipotesis berdasarkan struktur model. Pengujian hipotesis tersebut dilakukan sesuai dengan hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya. Berdasarkan hasil kuesioner yang telah diolah dari 74 responden pada 26 SKPD, diperoleh informasi yang memadai tentang pengaruh penerapan good governance (X1), Standar Akuntansi Pemerintahan (X2), dan kualitas informasi keuangan (Y). Hasil pengujian hipotesis dapat dilihat pada Tabel 3.
Tabel 3. Hasil Pengujian Hipotesis Coefficientsa
Model
Unstandardized
Coefficients

Standardized Coefficients

t
Sig.
B
Std. Error

Beta

1 (Constant)
2.319
.343

6.757
.000
.122
.072
.195
1.679
.098
.304
.092
.384
3.309
.001
Dependent Variabel: Y

            Berdasarkan Tabel pengujian hipotesis dan persamaan regresi berganda, dapat diketahui hasil-hasil penelitian yaitu:
1.      Koefisien korelasi (R) sebesar 0,505 menunjukkan bahwa derajat hubungan (korelasi) antara variabel independen dengan variabel dependen sebesar 50,5%. Artinya penerapan good governance dan Standar Akuntansi Pemerintahan mempunyai hubungan terhadap kualitas informasi keuangan sebesar 50,5%.
2.      Koefisien determinasi (R2) sebesar 0,255 artinya kualitas informasi keuangan sebesar 25,5% dipengaruhi oleh penerapan good governance dan Standar Akuntansi Pemerintahan, sedangkan sebesar 74,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.
3.      Konstanta sebesar 2,319 artinya jika penerapan good governance dan Standar Akuntansi Pemerintahan dianggap konstan, maka besarnya nilai kualitas informasi keuangan adalah 2,319 pada satuan skala likert.
a.       Koefisien regresi (β1) sebesar 0,122 menunjukkan bahwa setiap kenaikan penerapan good governance sebesar 1% maka akan diikuti oleh kenaikan kualitas informasi keuangan sebesar 12,2%. Dengan asumsi variabel independent lainnya tetap (konstan).
b.       Koefisien regresi (β2) sebesar 0,304 menunjukkan bahwa setiap kenaikan penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan sebesar 1% maka akan diikuti oleh kenaikan kualitas informasi keuangan sebesar 30,4%. Dengan asumsi variabel independent lainnya tetap (konstan).

Pengaruh Penerapan Good Governance dan Standar Akuntansi Pemerintahan terhadap Kualitas Informasi Keuangan
            Pengujian secara simultan dilakukan dengan melihat nilai Koefisien determinasi (R2). Hasil pengujian variabel independen terhadap dependen diperoleh nilai R2 sebesar 0,255 atau 25,5%. Artinya penerapan good governance dan Standar Akuntansi Pemerintahan berpengaruh secara simultan terhadap kualitas informasi keuangan. Hasil penelitian ini mendukung hipotesis pertama yang menyebutkan bahwa penerapan good governance dan Standar Akuntansi Pemerintahan berpengaruh terhadap kualitas informasi keuangan. Pada SKPD di Kota Banda Aceh, penerapan good governance telah dilakukan dengan baik yang meliputi transparansi informasi keuangan dan non keuangan, partisipasi masyarakat dalam menyusun kebijakan dan pelayanan kepada media pers serta telah melakukan penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah sebagai bentuk pertanggungjawaban dan prinsip akuntabilitas instansi kepada publik. Penyusunan laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan keuangan daerah yang baik harus menerapkan Standar Akuntansi Pemerintahan sebagai pedoman penyusunan laporan keuangan.
            Pemahaman dan implementasi SAP sangat mempengaruhi laporan keuangan, ketidak sesuai penyusunan laporan keuangan pada SKPD dengan ketentuan dalam Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan (PSAP) akan menghasilkan laporan keuangan yang buruk. Walaupun Pemerintah Kota Banda Aceh telah mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), namun masih terdapat beberapa permasalahan yang ditemukan dari hasil audit BPK. Hal tersebut akan menjadi peringatan bahwa seluruh SKPD di Kota Banda Aceh harus lebih giat dalam menciptakan pemerintahan yang baik (good governance) serta menerapkan Standar Akuntansi Pemerintahan agar laporan keuangan yang dihasilkan SKPD maupun LKPD lebih berkualitas. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Zeyn (2011) yang menyebutkan bahwa secara simultan penerapan good governance dan standar akuntansi pemerintahan berpengaruh terhadap akuntabilitas keuangan. Selanjutnya dalam penelitian Zeyn menyimpulkan bahwa penerapan good governance yang baik dan pemahaman dan penggunaan SAP mutlak dilakukan agar laporan keuangan yang dihasilkan lebih berkualitas.
Pengaruh Penerapan Good Governance terhadap Kualitas Informasi Keuangan
            Pengujian secara parsial dilakukan dengan melihat nilai koefisien regresi (β) variabel independen. Hasil output SPSS menunjukkan bahwa nilai β untuk X1 adalah 0,122. Berdasarkan rumusan hipotesis terhadap pengujian secara parsial ditentukan bahwa jika β1 ≠ 0 : H0 ditolak dan menerima Ha artinya penerapan good governance berpengaruh terhadap kualitas informasi keuangan. Hasil penelitian ini mendukung hipotesis kedua yang telah dirumuskan bahwa penerapan good governance berpengaruh terhadap kualitas informasi keuangan. Pelaksanaan Good governance pada SKPD di Kota Banda Aceh dijalankan dengan mengikuti prinsip-prinsip pengelolaan yang baik, seperti transparansi (keterbukaan), akuntabilitas, partisipasi, keadilan, dan kemandirian, sehingga sumber daya daerah yang berada dalam pengelolaan pemerintah benar-benar mencapai tujuan sebesar-besarnya untuk kemakmuran dan kemajuan rakyat. Penerapan prinsip-prinsip good governance dalam penyelenggaraan kepemerintahan juga tidak lepas dari masalah akuntabilitas dan tranparansi dalam pengelolaan keuangan daerah sebagai acuan dalam menghasilkan laporan keuangan yang berkualitas.
            Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Batubara (2006), yang menyebutkan bahwa penerapan good governance merupakan tuntutan dari pembaharuan system keuangan. Tujuannya agar pengelolaan uang rakyat dilakukan secara transparan dan dipertanggungjawabkan dalam pelaporan keuangan dengan berdasarkan konsep value for money sehingga tercipta akuntabilitas publik yang pada akhirnya dapat menciptakan kesejahteraan masyarakat.
Pengaruh Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan terhadap Kualitas Informasi Keuangan             Pengujian secara parsial yang kedua antara variabel independen terhadap variabel dependen diperoleh nilai koefisien regresi (β) untuk X2 adalah 0,304, berdasarkan rumusan hipotesis ditentukan jika β2 ≠ 0 : H0 ditolak dan menerima Ha artinya Standar Akuntansi Pemerintahan berpengaruh terhadap kualitas informasi keuangan. Hasil penelitian ini mendukung hipotesis ketiga yaitu Standar Akuntansi Pemerintahan berpengaruh terhadap kualitas informasi keuangan.
            PP 71 Tahun 2010 menyebutkan Standar Akuntansi Pemerintahan adalah prinsip-prinsip akuntansi yang diterapkan dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan pemerintah. Selanjutnya dalam PP tersebut dijelaskan bahwa dalam rangka peningkatan kualitas informasi pelaporan keuangan pemerintah dan untuk menghasilkan pengukuran kinerja yang lebih baik, serta memfasilitasi manajemen keuangan/aset yang lebih transparan dan akuntabel, maka perlu diterapkannya SAP. Penerapan SAP yang sesuai dalam pemenuhan kewajiban pelaopran pertanggungjawaban keuangan daerah merupakan penentu atas kualitas laporan keuangan yang dihasilkan.
            Tahun 2006 Kota Banda Aceh mendapat opini TMP oleh BPK, tahun 2007 naik mendapatkan opini WDP dan tahun 2008 hingga tahun 2010 Kota Banda Aceh telah berhasil mendapatkan opini WDP. Pemberian opini tersebut merupakan bukti bahwa pemahaman dan penerapan SAP oleh entitas akuntansi pada SKPD di Kota Banda Aceh sudah ada peningkatan dan lebih baik. Hal ini secara umum menggambarkan perbaikan kualitas laporan keuangan yang disajikan oleh seluruh SKPD di Kota Banda Aceh. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Permana (2011) dengan hasil Standar Akuntansi Pemerintahan berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah di dinas Kota Bandung. Hasil penelitian ini juga diperkuat oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh Nugraheni dan Subaweh (2008) yang menyebutkan bahwa terdapat perubahan/perbedaan atas hasil laporan keuangan yang lebih berkualitas setelah menerapkan SAP dengan sebelum menerapkan SAP.
Kesimpulan :
Setelah dilakukan pengujian dan analisis data dalam penelitian ini, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sesuai dengan hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya.
1.      Penerapan Good Governance dan Standar Akuntansi Pemerintahan berpengaruh secara simultan terhadap kualitas informasi keuangan SKPD di Kota Banda Aceh.
2.       Penerapan good governance berpengaruh terhadap kualitas informasi keuangan SKPD di Kota Banda Aceh.
3.      Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan berpengaruh terhadap kualitas informasi keuangan SKPD di Kota Banda Aceh.
 
Tulisan ini untuk memenuhi tugas softskill Mata Kuliah Akuntansi Internasional

Nama   : C.D.Sari
Dosen  : J.Barus, SE.,MMSI
UNIVERSITAS GUNADARMA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar